5 Tipe Insomnia yang Sering Dialami Banyak Orang

5 Tipe Insomnia yang Sering Dialami Banyak Orang

rjpkr88newsflash – Ada langkah baru untuk mencari tahu mengenai insomnia. Satu studi baru dari Belanda lakukan riset untuk tahu beberapa ciri kepribadian serta emosi, hingga temukan lima tipe salah satunya.

Penemuan ini bisa buka jalan pada beberapa orang pemula supaya lebih mengerti mengenai pemicu insomnia, dan dapat mengetaahui perawatan yang lebih pas untuk keadaan itu.

Studi yang dikerjakan oleh beberapa periset di Netherlands Institute for Neuroscience di Amsterdam ini, sudah diterbitkan dengan daring pada 7 Januari dalam jurnal The Lancet Psychiatry.

Tersebut 5 tipe insomnia yang sangat umum berlangsung pada beberapa orang dalam dunia.

1. Tipe

Insomnia memengaruhi seputar 10 % populasi. Tanda-tanda penting ini mencakup kesusahan tidur atau masih terbangun sampai pagi hari. Menurut penelitian dari National Institutes of Health, orang dengan keadaan ini bisa terjaga dalam tempo yang lama, sebelum pada akhirnya bisa tertidur. Atau juga bisa, mereka mungkin bangun sangat awal serta tidak bisa kembali pejamkan mata.

Tapi walau mempunyai tanda-tanda yang sama, insomnia pada intinya begitu beragam. Terpenting jika dihubungkan dengan tanggapan penyakit ini pada penyembuhan.

Diluar itu, usaha untuk temukan biomarker (satu zat yang digunakan untuk mengukur kejadian pada tubuh seperti penyakit, infeksi, atau paparan lingkungan) untuk keadaan itu, dipandang percuma oleh sejumlah besar periset. Ketidakkonsistenan ini tunjukkan jika mungkin ada lebih dari satu type insomnia.

Untuk temukan beberapa macam insomnia, beberapa periset mengkaji info dari lebih dari 4.000 orang. Beberapa sukarelawan disuruh untuk isi survey dengan daring (online) yang menyentuh mengenai rutinitas tidur serta sifat-sifat lainnya mereka. Project penelitian ini dimaksud Dutch Sleep Registry.

Berdasar pada respon semua subyek, seputar 2.000 salah satunya mengakui menanggung derita insomnia. Untuk mengidentifikasi jenis-jenisnya, beberapa periset mengecek tanda-tanda yang terkait dengan jadwal tidur mereka serta memperhitungkan beberapa faktor lainnya, termasuk juga beberapa ciri kepribadian, situasi hati, emosi serta tanggapan pada momen yang berlangsung dalam kehidupan mereka –khususnya peristiwa yang penuh desakan.

Penulis riset temukan jika peserta yang alami insomnia, termasuk juga ke satu diantara lima kelompok tersebut:

Tipe 1: Orang dengan insomnia tipe 1 condong mempunyai tingkat kesusahan yang tinggi (berarti, tingkat emosi negatifnya tinggi, seperti kekhawatiran serta kecemasan) serta tingkat kebahagiaan yang rendah.

Tipe 2: Orang dengan insomnia tipe 2 mempunyai tingkat kesulitan yang tengah. Tapi tingkat kebahagiaan serta pengalaman mereka dari emosi yang menyenangkan, condong relatif normal.

Tipe 3: Orang dengan insomnia tipe 3 pun mempunyai tingkat kesusahan tengah, tapi mempunyai tingkat kebahagiaan yang rendah serta pengalaman suka yang kurang.

Tipe 4: Orang dengan insomnia tipe 4 umumnya mempunyai tingkat kesusahan yang rendah. Tapi mereka condong alami insomnia periode panjang. Ini ialah tanggapan otaknya pada momen kehidupan yang penuh desakan.

Tipe 5: Orang dengan insomnia tipe 5 pun mempunyai tingkat kesusahan yang rendah, serta masalah tidur mereka tidak dipengaruhi oleh momen kehidupan yang penuh desakan.

Beberapa jenis ini dipandang berkelanjutan dari sekian waktu. Dalam kata lian, saat peserta itu disurvei kembali dalam lima tahun lalu, sejumlah besar dari mereka menjaga tipe yang sama.

2. Ketidaksamaan Tanggapan Badan Pada Perawatan

Diluar itu, beberapa periset pun temukan jika tiap-tiap orang yang alami tipe insomnia diatas, berlainan dalam menyikapi penyembuhan serta resiko stres mereka.

Menjadi contoh, beberapa orang dengan tipe insomnia 2 serta 4 akan lihat ketidaksamaan berarti dalam proses tidur mereka sesudah menelan benzodiazepine (semacam obat penenang).

Sedang orang dengan tipe 3 tidak lihat terdapatnya dampak dari tipe pil ini. Lalu, orang dengan tipe 2 menanggapi baik tipe therapy bicara (talk terapi) yang dimaksud therapy tingkah laku kognitif. Akan tetapi, orang dengan tipe 4 tidak demikian.

Serta malangnya, orang dengan tipe 1 mempunyai resiko stres seumur hidup.

Kesimpulannya ialah perawatan insomnia spesifik bisa kerja dengan baik untuk tipe spesifik juga. Diluar itu, mengidentifikasi seorang yang menderita insomnia kronis, dan beresiko besar alami stres, bisa memantik penemuan langkah untuk menolong menahan stres pada grup itu.