5 Tokoh yang Jadi Sorotan Publik Sepanjang 2018

5 Tokoh yang Jadi Sorotan Publik Sepanjang 2018

rjpkr88newsflash – Banyak peristiwa menarik berlangsung selama tahun 2018. Tiap-tiap momen menimbulkan tokohnya semasing. Ada tokoh ‘protagonis’ yang memperoleh pujian dari penduduk, demikian sebaliknya, ada momen yang menimbulkan tokoh ‘antagonis’ yang membuat dihujat. Dari banyaknya momen yang menimbulkan beberapa tokoh itu, 5 tokoh yang jadi sorotan publik baik oleh kabar berita ataupun ramai dibincangkan di sosial media.

Tersebut 5 tokoh yang jadi sorotan selama tahun 2018:

1. Mahfud MD

5 Tokoh yang Jadi Sorotan Publik Sepanjang 2018
5 Tokoh yang Jadi Sorotan Publik Sepanjang 2018

Nama Mahfud MD tergusur dengan menegangkan di menit-menit akhir mendekati pengumuman calon wakil presiden Joko Widodo. Bekas Ketua Mahkamah Konstitusi itu telah disuruh pihak istana untuk bersiap-siap, bahkan juga telah mempersiapkan baju putih untuk dideklarasikan menjadi calon wakil presiden pendamping Jokowi untuk Pemilihan presiden 2019.

Jumat 10 Agustus 2018 akan dikenang Mahfud menjadi hari dianya tidak berhasil jadi calon wakil presiden untuk yang ke-2 kalinya. Jokowi pada akhirnya pilih Ketua Umum MUI Ma’ruf Amin atas beberapa pertimbangan serta input dari partai konsolidasi.

“Dengan memperhitungkan input dari beberapa komponen penduduk, jadi saya putuskan serta sudah memperoleh kesepakatan dari partai politik Konsolidasi Indonesia Kerja jika yang akan mengikuti saya menjadi calon wakil presiden 2019-2024 ialah Profesor Ma’ruf Amin,” kata Jokowi waktu deklarasi di Restoran Plataran Menteng, Jakarta Pusat (10/8/2018).

Atas ketetapan itu, Mahfud menjelaskan ia maklum. Ia menjelaskan jika ia telah berjumpa dengan Jokowi. “Saya jelaskan jika Pak Jokowi tidak perlu bersalah atau apakah. Wong saya ikut tidak apa-apa,” katanya.

Pilihan Jokowi pada Ma’ruf Amin yang Rais Aam PBNU, menurut Mahfud MD menjadi satu perihal yang rasional dalam keadaan politik waktu itu. “Semisal saya jadi Jokowi, mungkin saya akan lakukan hal sama. Sebab kan situasinya ini politik, permainan politik. Di permainan politik,” katanya, “saya berikan ke Pak Jokowi saya tidak sedih.”

Sebelum disalip Ma’ruf Amin, nama Mahfud MD moncer waktu mendekati Pemilihan presiden 2014. Waktu itu namanya memperoleh kepopuleran yang cukuplah kuat menjadi pendamping Jokowi atau Prabowo Subianto dalam beberapa hasil survey. Akan tetapi, suratan takdir tidak sempat mengantar Mahfud jadi cawapres.

2. Ratna Sarumpaet

5 Tokoh yang Jadi Sorotan Publik Sepanjang 2018
5 Tokoh yang Jadi Sorotan Publik Sepanjang 2018

Satu photo muka aktivis wanita Ratna Sarumpaet dengan muka abuh tersebar di sosial media. Hujatan serta sumpah juga mengalir dari beberapa orang politik konsolidasi Prabowo-Sandiaga. Dakwaan kekerasan sebab ketidaksamaan politik sudah sempat muncul.

Dalam pengakuannya pada beberapa pihak, Ratna Sarumpaet mendapatkan kekerasan fisik pada 21 September 2018 selesai hadir satu acara di Bandung. Diakuinya diseret dari taksi yang ditumpangi, dipukuli oleh beberapa orang, serta dibuang tidak jauh dari Bandara Husein Sastranegara. Berita itu baru ramai 10 hari lalu waktu photo itu tersebar.

“Ibu Ratna Sarumpaet dalam keadaan set belur pagi hari ini, Rumah Sakit masih tetap diRahasikan sebab beliau masih juga dalam keadaan Trauma berat dipukuli beberapa Orang. Ya Rabb, siapa saja mereka baik dalang ataupun aktor nya Matikan mereka dalam kehinaan yang sehina hinanya,” demikian salah satunya berita yang tersebar di sosial media pada (2/10) kemarin.

Atas berita itu, Prabowo Subianto serta beberapa pejabat konsolidasi menjumpai Ratna di kediamannya di lokasi Jakarta Timur, serta membetulkan berita itu. Keadaan Ratna juga masih juga dalam kondisi muka membengkak. Ungkapan prihatin serta hujatan juga dilemparkan beberapa tokoh yang menyambanginya.

Polisi yang lakukan penyidikan, pada akhirnya mengutarakan kebohongan Ratna. Berdasar pada pencarian, Ratna nyatanya lakukan operasi plastik dalam suatu rumah sakit di Jakarta Pusat pada tanggal peristiwa yang ia ucap. Ratna bahkan juga belum pernah ke Bandung seperti yang dia mengaku.

Ratna juga pada akhirnya mengaku berbohong sudah dianiaya. Dalam jumpa wartawan (3/10) di tempat tinggalnya, Ratna pertama menjelaskan pertama-tama mengarang narasi itu pada anaknya waktu tahu mukanya lebam. Ratna menjelaskan waktu itu anaknya menanyakan kenapa mukanya lebam. Ia langsung menjawab dipukuli orang.

“Saya di tanya anak saya, saya jawab dipukuli orang. Jawaban pendek itu selalu dikorek sebab anak lihat ibunya lebam-lebam. Saya tidak sempat memikirkan kebodohan ini,” kata Ratna.

Ratna menjelaskan, saat satu pekan, narasi mengenai muka lebam sebab dipukuli orang berputar-putar pada keluarga. Termasuk juga waktu berjumpa Prabowo serta beberapa elite partai politik konsolidasi. “Saya tidak tahu bagaimana tetapi saya kembali ke narasi itu. Minta ini janganlah dipandang saya mencari kebenaran. Ini salah. Saya selalu meningkatkan inspirasi pemukulan itu dengan beberapa narasi.”

Berlalu beberapa waktu lalu, Penyidik Polda Metro Jaya pada akhirnya mengambil keputusan ibunda artis Atiqah Hasiholan menjadi terduga masalah penyebaran info bohong atau hoax. Polisi meredam Ratna (5/10) waktu akan terbang ke Chile untuk hadir pertemuan internasional atas sponsor dari Pemprov DKI Jakarta.

“Sesudah dikerjakan kontrol lalu kita dapatkan alat bukti panduan yakni info saksi, terduga, penyidik sesudah lakukan penangkapan serta mulai malam hari ini penyidik lakukan penahanan (Ratna),” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono, di Mapolda Metro Jaya, Jumat (5/10).

3. Erick Thohir

5 Tokoh yang Jadi Sorotan Publik Sepanjang 2018
5 Tokoh yang Jadi Sorotan Publik Sepanjang 2018

Salah satunya peristiwa yang membesarkan hati saat 2018 yang berlangsung di Indonesia ialah penerapan Asian Games XVIII Jakarta-Palembang. Beberapa atlet Indonesia terpenting dari Pencak Silat sukses membawa Merah Putih bertangger di posisi 5 dengan 31 emas, 24 perak, serta 43 perunggu.

Sukses penyelenggaraan serta prestasi ini mengorbitkan nama entrepreneur Erick Thohir sebagai ketua panitia Asian Games Jakarta-Palembang (Inasgoc). Erick, memaparkan kunci keberhasilan penyelenggaraan Asian Games 2018 yang berjalan di Jakarta serta Palembang 18 Agustus-2 September 2018 ialah suport kuat serta euforia dari penduduk Indonesia.

Persiapan Indonesia jadi tuan-rumah Asian Games 2018 sebebarnya termasuk singkat. Karena, Indonesia ditunjuk menjadi tuan-rumah sesudah Vietnam mengundurkan diri. Ketetapan itu baru diambil pada Maret 2016. Dalam tempo cuma dua tahun tiga bulan, Inasgoc mesti mempersiapkan beberapa sarana serta pendapat simpatisan untuk mengadakan acara ini. Dari mulai perbaikan venue, menyiapkan atlet, sampai menangani permasalahan nonteknis, diantaranya ialah kemacetan di Jakarta.

Di luar pendapat, kurangnya waktu persiapan tidak jadi halangan Indonesia menjadi tuan-rumah Asian Games 2018. Malah, ketertarikan dari penduduk demikian besar. Baik ada ataukah tidak ada atlet Indonesia yang berlaga, sebagian besar venue terisi penuh.

“Saya pikir ada key factor yang terpenting. Opening kita yang mengagumkan, membuat penduduk kita begitu yakin jika kita bangsa besar. Sebab memang di opening itu kita selebrasi Indonesia untuk dunia, kita tunjukkan jati diri kita untuk dunia,” kata Erick waktu “Konser Terima Kasih Indonesia untuk Beberapa Juara” di Studio 5 Indosiar, Selasa (4/9/2018).

Selesai acara Asian Games, Erick ditunjuk oleh Jokowi jadi Ketua Team Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf. Erick ikut melepas jabatannya menjadi presiden club sepak bola Internazionale Milan sebab ingin konsentrasi dengan pekerjaannya yang baru.

4. Sutopo Purwo Nugroho

5 Tokoh yang Jadi Sorotan Publik Sepanjang 2018
5 Tokoh yang Jadi Sorotan Publik Sepanjang 2018

Tiap-tiap musibah alam berlangsung seperti banjir, gempa, longsor, tsunami, sampai kecelakaan pesawat terbang, nama Sutopo Purwo Nugroho tetap jadi sumber referensi buat semua mass media untuk memperoleh info. Kepala Pusat Data, Info serta Jalinan Penduduk Tubuh Nasional Penanggulangan Musibah (BNPB) itu akan menghiasi kabar berita. Sutopo akan mengupdate jumlahnya korban serta rusaknya yang berlangsung.

Semenjak bekerja di BNPB pada 2010, Sutopo yang bergelar doktor bagian hidrologi Institut Pertanian Bogor akan memberi info berkaitan perubahan peristiwa musibah alam yang berlangsung.

Namanya jadi sorotan serta mengundang banyak simpati sesudah Sutopo pada Januari 2018, Sutopo menginformasikan jika dia menderita kanker paru-paru fase 4B serta masih tetap ada dibawah step perawatan. Keluarga serta dokternya sudah memintanya untuk berhenti melakukan aktivitas, akan tetapi dia menampik.

Dengan keadaan badan yang tidak seperti dahulu pertandingan, Sutopo masih tetap rajin mengirim launching wartawan ke banyak kontak yang sebagian besar ialah wartawan. Sutopo diketahui informatif serta tetap berupaya menjawab pesan atau telephone wartawan yang menanyakan masalah musibah.

5. Edy Rahmayadi

5 Tokoh yang Jadi Sorotan Publik Sepanjang 2018
5 Tokoh yang Jadi Sorotan Publik Sepanjang 2018

“Wartawan mesti baik. Jadi jika wartawannya baik, timnasnya baik,” tutur Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi.

Perkataan tidak menyambung ini dilemparkan Edy waktu diminta komentar atas kegagalan timnas sepakbola di Piala AFF 2018. Tim Garuda yang dilatih Bima Sakti itu bahkan juga telah diyakinkan tersisih dari penyisihan group waktu laga masih tetap tersisa satu pertandingan kembali. Ini adalah pencapai terburuk.

Perkataan Edy yang gubernur Sumatera Utara itu kontan memantik reaksi beberapa pihak. Dalam dunia maya, komentar Edy jadi bahan perundungan sampai jadikan meme. Tekanan mundur pada Edy juga disuarakan kelompok supporter.

Waktu laga paling akhir yang tidak memastikan menantang Filipina di Stadion Penting Gelanggang olahraga Bung Karno, Jakarta, Minggu (25/11), perkataan Edy itu jadikan yel-yel oleh beberapa supporter.

“Wartawan mesti baik. Wartawan mesti baik. Wartawan mesti baik. Ooo… Ooo… Ooo,” demikian nyanyian mereka. Termasuk juga yel-yel ‘Edy Out’ serta ‘Revolusi PSSI’.

Menyikapi tekanan mundur, Edy Rahmayadi menyatakan akan bertahan menjadi Ketum PSSI sampai waktu jabatannya selesai pada 2020. “Saya tetap akan bertahan sebab jabatan belumlah habis serta inginkan PSSI dapat sampai harapan,” tuturnya di Medan, Rabu (6/12).

Ia menyatakan siap terima hinaan serta masih bertahan sampai akhir jabatan sebab masih tetap mempunyai tanggung jawab. “Tetapi yang untuk saya susah sebab anak saya susah. Ia tidak ingin ayahnya dicerca. Kata anak saya, bapak biarlah (berhenti jadi Ketua PSSI), ” tuturnya.

“Sampai titik darah penghabisan saya akan kerjakan pekerjaan amanat rakyat supaya PSSI berkibar di nusantara,” tutur Edy.

Bekas Pangkostrad itu mengatakan, dianya telah mempersiapkan program PSSI sampai tahun 2045.