8 Tanda Jika Kamu Adalah Pasangan yang Egois

8 Tanda Jika Kamu Adalah Pasangan yang Egois

rjpkr88newsflash – Apa kamu termasuk juga pasangan egois? Meyakini jawabannya tidak? Dalam tiap-tiap jalinan tentu ada peristiwa dimana salah satunya pihak berlaku egois. Jika hanya kadang-kadang pasti masih tetap dapat dimaklumi. Tapi bila tingkah laku semacam ini jadi rutinitas, keberlangsungan jalinan yang sehat dapat memiliki masalah.

Sejumlah besar dari kita tidak sadar jika telah tunjukkan sikap egois. Oleh karena itu sebaiknya untuk berkaca pada diri pribadi serta menanyakan, apa kita telah jadi pasangan yang dapat tidak pedulikan keinginan untuk berlaku egois?

Di bawah ini beberapa terapis jalinan serta psikolog share dengan The Huffington Post tentang pertanda pasangan egois.

1. Tetap Minta Didengarkan, Tapi Malas Lakukan Perihal yang Sama

Tetap menginginkan pasangan ingin dengarkan tiap-tiap curhatan, tapi tidak tawarkan hal sama menjadi balasan. Ini ialah sinyal sangat umum dari pasangan yang egois.

“Salah satunya fakta terunggul untuk ada dalam jalinan ialah kita mempunyai seorang yang dapat jadi tempat untuk bercerita permasalahan kita, yang akan ada pada pihak kita saat dunia berasa kejam. Perasaan dimengerti serta di terima itu pokok dari satu kedekatan. Bila Anda terasa jemu atau bertingkah seakan pasangan Anda menyusahkan saat ia mulai menceritakan mengenai harinya yang jelek, rasa-rasanya seperti membanting pintu emosional di muka mereka. Bahkan juga bila pasangan Anda tidak memprotes, aksi itu masih tetap jadi fakta seorang terasa kesepian pada suatu jalinan,” kata Amy Begel, terapis pernikahan serta keluarga.

2. Pilih Ngambek Alih-Alih Membahas Permasalahan Dengan Dewasa

“Egois namanya bila Anda tidak berupaya mengkomunikasikan perasaan sakit hati atau amarah yang tengah dirasa pada pasangan. Pembicaraan yang berat seringkali muncul dalam jalinan romantis. Anda membuat pasangan Anda begitu tertekan saat Anda menampik untuk bicara pada mereka,” papar Marni Feuerman, pakar therapy pernikahan serta keluarga.

3. Bersikukuh Gagasannya yang Sangat Benar Tiap-tiap Waktu

“Ini ialah bendera merah yang tunjukkan tingkat keegoisan kronis. Bila Anda terasa tetap mengutamakan perbincangan cuma pada pemikiran Anda sendiri, Anda sudah menggiring jalinan Anda pada kegagalan,” kata Gary Brown, terapis pernikahan serta keluarga.

Menurut Brown, tetap ngotot jika gagasannya sangat benar memberikan indikasi jika kita memandang jalinan itu ada cuma untuk penuhi keperluan kita. Keperluan pasangan adalah prioritas kesekian atau malah dilihat tidak terpenting benar-benar.

“Bila semacam itu ceritanya, Anda betul-betul bukan pasangan benar-benar,” kata Brown kembali.

4. Tetap Menuduh Pasangan Egois

Menurut Steven Stosny, seseorang psikolog, perihal yang seringkali kita tuduhkan pada orang yang lain sebetulnya ialah sisi dari diri pribadi yang sangat kita tidak suka.

“Saat menuduh pasangan egois, biasanya yang kita tujuan ialah mereka tidak penuhi kemauan egois kita,” papar Stosny.

5. Bete Tiap-tiap Pasangan Membuat Gagasan tiada Menyertakan Kita

“Mempunyai hoby sendiri serta menyamakan me time dengan we time adalah perihal yang sehat. Bila Anda tetap membuat pasangan Anda terasa bersalah sebab jadi individu yang ‘terpisah’ dari Anda, jadi ini ialah sikap yang begitu egois,” kata Feuerman.

6. Tetap Mengkritik Teman-Teman serta Keluarga Pasangan

“Terkadang saya lihat pasangan dimana satu pihak menampik untuk bergaul dengan rekan-rekan pasangannya, atau menyepelekan mereka, melihat rendah mereka atau demikian sebaliknya berlaku tidak menyenangkan pada rekan-rekan si pasangan. Aksi ini membuat tidak seimbangan yang mengganggu dalam jalinan. Dimana satu orang jadi wasit penentu siapa yang dapat ‘masuk’ serta siapa yang perlu ‘keluar’ dalam lingkaran jalinan,” papar Bagel.

Tingkah laku semacam ini pun menunjukkan superioritas salah satunya pihak di jalinan, sesaat kedua pihak dalam satu jalinan semestinya ada di tempat yang sama dengan.

7. Tidak Mengerti Keperluan Pasangan

“Dalam jalinan yang sehat, kita semestinya mengerti apakah yang dapat menyenangkan pasangan kita serta sekurang-kurangnya menyempatkan diri untuk coba menampung kemauan mereka. Ini ialah permasalahan kesetimbangan. Kita tidak hidup untuk menyenangkan pasangan saja, tapi kita pun tidak bisa acuh pada keperluan, kemauan, dan keinginan pasangan kita,” papar Begel.

8. Megancam Putus Bila Tidak Dituruti

“Bahkan juga dalam jalinan terindah sekalinya, tidak ada orang yang dapat tetap memperoleh kemauannya. Bila Anda habiskan waktu Anda dengan mengancam untuk tinggalkan pasangan Anda, bagaimana mereka dapat yakin jika aksi Anda itu tidak selamanya mengenai Anda serta keperluan Anda?

Seorang yang betul-betul menyukai pasangannya akan berlaku cukuplah dewasa serta mempunyai kesadaran diri yang cukuplah untuk tahu jika mengancam untuk tinggalkan seorang yang kita sayangi cuma sebab kita tidak memperoleh apakah yang kita kehendaki itu begitu menyakitkan,” kata Brown.