Abdurrahman Wahid atau Gusdur Disebut Daniel Bapaknya Orang Tionghoa

Abdurrahman Wahid atau Gusdur Disebut Daniel Bapaknya Orang Tionghoa

rjpkr88newsflash – PKB akan memperingati haul Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Wasekjen PKB Daniel Johan mengaku kangen dengan figur yang disebutnya ‘bapak’ orang Tionghoa itu.

“Gus Dur mengusung kembali harkat serta martabat orang Tionghoa. Tidak cuma etnis Tionghoa saja, akan tetapi etnis-etnis yang lain yang tertindas ikut tetap dibela oleh Gus Dur, jadi tidaklah heran Gus Dur diangkat menjadi ‘Bapaknya orang Tionghoa’,” kata Daniel pada wartawan, Minggu (16/12/2018).

Daniel tidak mengerti serta respek dengan sikap Gus Dur yang disebutnya sering membela golongan minoritas. Ia bercerita bagaimana dulu golongan Tionghoa banyak mendapatkan penetapan.

“Pikirkan, seseorang kiai yang Ketua Umum Nahdlatul Ulama yang diangkat menjadi Bapak Tionghoa. Itu sebab karena sangat cintanya kami pada Gus Dur, dulu akar budaya Tionghoa dicabut, pemakaian bahasa tidak bisa, sekolah-sekolah dibatasi. Hak-hak politik, hak-hak sosial, hak budaya diberangus. Seolah-olah Tionghoa itu diperlakukan seperti masyarakat kelas dua. Serta itu buat kita ironis,” papar Daniel yang keturunan Tionghoa itu.

Gus Dur, buat Daniel, ialah guru bangsa yang bisa jadi teladan buat kebanyakan orang. Dari semua pemikiran serta kerja-kerja Gus Dur, bila diperas jadi satu kata, intisari dari figur Gus Dur menurut dia adalah pengabdiannya pada kemanusiaan. Gus Dur, lanjut Daniel, mengajari bangsa ini mengenai mengusung harkat serta martabat kemanusiaan dalam tempat yang tinggi. Gus Dur begitu menyukai kemanusiaan.

Besok siang, Daniel menyebutkan PKB akan memperingati haul Gus Dur yang ke-9. Daniel lanjut bercerita figur Gus Dur yang menurut dia sangat humanis serta nasionalis yang demikian menyukai rakyatnya tiada membeda-bedakan agama, suku, serta latar belakangnya. Gus Dur, kenang ia, membuat keislaman jadi demikian indah serta di cintai, bahkan juga oleh umat lainnya.

Karakter humanis serta nasionalis berikut yang menurutnya diwariskan Gus Dur ke PKB. PKB, kata Daniel, melihat terpenting jadi besar untuk wujudkan nasionalisme serta kemanusiaan yang berkeadilan sosial itu.

Anggota Team Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin ini bercerita pengalamannya diundang Gus Dur ke Istana. Waktu itu, ia diundang untuk sarapan.

Abdurrahman Wahid atau Gusdur Disebut Daniel Bapaknya Orang Tionghoa
Abdurrahman Wahid atau Gusdur Disebut Daniel Bapaknya Orang Tionghoa

“Waktu beliau jadi presiden, saya sempat diundang ke Istana cuma untuk makan pagi. Bangga serta senangnya meminta ampun, Saya dikasih pesan tuturnya, ‘suatu waktu kamu mesti turut besarkan PKB’. Itu tahun 2000 serta saya bukan siapapun juga. Saya cuma anak muda biasa,” kenang Daniel.

Waktu mendapatkan pesan dari Gus Dur, Daniel belum juga berpolitik serta belumlah masuk PKB, bahkan juga, itu tidak sempat jadi pertimbangannya. Daniel menyebutkan dianya hanya seseorang aktivis.

“Tetapi waktu itu Gus Dur telah bicara jika ‘saya ingin Tionghoa dapat juga jadi pemimpin yang baik serta dicintai’, saya saat itu belumlah kepikiran benar-benar jadi pemimpin serta tidak teringat Tionghoa bisa saja pemimpin,” ucap anggota DPR itu.

Wakil Ketua Komisi IV DPR itu menyebutkan dianya serta PKB ingin selalu memperjuangkan semangat Gus Dur. Pada pemerintah Indonesia, ia menjelaskan PKB selalu ajukan supaya Gus Dur dinobatkan menjadi pahlawan. Tahun ini, Gus Dur belumlah memperolehnya.

Keinginan PKB, tahun kedepan Gus Dur betul-betul dianugerahkan menjadi pahlawan nasional, walau saat ini rakyat telah memandang Gus Dur menjadi Bapak Bangsa Indonesia. Dengan semua ceritanya serta keadaan bangsa yang menurut dia sekarang ini penuh kekisruhan, Daniel mengakui begitu kangen dengan figur Gus Dur.

“Serta pada saat keadaan berkebangsaan Indonesia sekarang ini penuh dengan kekisruhan, saya terasa begitu rindu dengan Gus Dur, dengan rangkulan humanismenya serta perasaan humornya,” ujarnya.