Ada Beberapa Pihak yang Menolak Kemerdekaan Papua

Ada Beberapa Pihak yang Menolak Kemerdekaan Papua

rjpkr88newsflash – Organisasi Papua Merdeka (OPM) menghalalkan semua langkah untuk menekan pemerintah Indonesia menyepakati kemerdekaan Papua Barat. Mereka mempunyai pasukan atau tentara dengan persenjataan oke. Saat sekian tahun mereka bergerilya, menantang TNI serta Polri.

Seperti penembakan yang berlangsung di Nduga, Papua, yang mengonsumsi korban jiwa 20 orang. Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) mengaku peristiwa itu ialah tindakan pasukan mereka.

Beberapa pemberontak ikut membuat hari kemerdekaan sendiri yakni pada 1 Juli 1971 untuk Proklamasi Kemerdekaan Papua Barat. Serta 1 Desember 1961 untuk Hari Kemerdekaan OPM. Walau inginkan kemerdekaan, tetapi banyak pihak yang menampik. Berikut beberapa pihak yang menampik kemerdekaan Papua.

1. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)

Tahun 2017, Pergerakan Papua Barat diam-diam menyelundupkan tuntutan menuntut kemerdekaan diteken oleh 1,8 juta masyarakat Propinsi Papua Barat ke PBB. Akan tetapi, PBB menampik dengan fakta mereka tidak berkuasa buat mengatur kemerdekaan Papua Barat.

Tuntutan kemerdekaan itu langsung diserahkan oleh pemimpin pergerakan Organisasi Papua Merdeka, Benny Wenda, pada Komite Dekolonisasi PBB dijuluki ‘C24’. Dia minta PBB untuk menunjuk seseorang perwakilan spesial untuk menyelidik pelanggaran serta untuk tempatkan Papua Barat kembali ke agenda dekolonisasi.

Akan tetapi, Kepala Komite C24, Rafael Ramirez, mengatakan mereka tidak dapat terima tuntutan dari Papua Barat. Karena, pekerjaan mereka cuma mengatur 17 negara yang dipandang belumlah memiliki pemerintahan berdaulat.

Ramirez yang disebut Duta Besar Venezuela untuk PBB justru terasa jika lembaganya dimanipulasi buat kebutuhan politik. Ia ikut mengatakan Komite C24 belum pernah terima tuntutan itu. Ramirez juga mengakui belum pernah sekalinya berjumpa atau terlibat perbincangan dengan Benny Wenda atau Organisasi Papua Merdeka.

2. Papua Nugini

Papua Nugini ikut tidak memberi dukungan kemerdekaan Papua Barat. Menurut Menteri Luar Negeri serta Perdagangan Papua Nugini, Rimbink Pato, Papua Barat masih tetap jadi sisi integral dari Indonesia serta Papua Nugini dibawah kebijaksanaan luar negerinya akan tidak mengganggu hal tersebut serta hukum internasional.

“Kami keberatan, jadi Papua Nugini akan tidak serta tidak memberi dukungan aksi apapun yang diambil oleh Vanuatu, jadi kami menolaknya,” tuturnya.

Perlu untuk diketahui, Vanuatu menjadi negara kepulauan di Samudera Pasifik, begitu santer mengangkat rumor Papua Barat di PBB.

3. Indonesia

Indonesia tetap akan menjaga Papua Barat. Bahkan juga Penduduk Indonesia memberi dukungan Presiden Joko Widodo supaya tidak melepas Papua. “Kami menampik tandatangan referendum Papua merdeka. Kami tidak mau Timor Leste ke-2. Jangan pernah Papua atau kepulauan terlepas dari NKRI,” kata salah satunya anggota Majelis Berkebangsaan Pancasila Jiwa Nusantara (MKPJN).

Salah satunya perhatian pemerintah untuk Papua ialah pembangunan infrastruktur yang sekarang tengah dikerjakan. Pembangunan itu seperti membuat jembatan serta membenarkan berjalan-jalan yang rusak.