Ahmad Dhani Melalui Pesan WA Menyebut Oknum Polda Jatim Curang

Ahmad Dhani Melalui Pesan WA Menyebut Oknum Polda Jatim Curang

rjpkr88newsflash – Artis kawakan Ahmad Dhani tidak terima atas penentuan dianya menjadi terduga masalah pencemaran nama baik di Polda Hatim. Ahmad Dhani menuding ada kecurangan dalam penentuan terduga itu. Seperti apakah fakta-faktanya?

Tuduhan terdapatnya kecurangan dikatakan Ahmad Dhani lewat pesan WA pada alat. Lewat pesan itu. Ahmad Dhani menyebutkan pelaku Polda Jawa timur curang.

“Pelaku Polda Jawa timur curang. Saya pantas berprasangka buruk pada team penyidik Polda Jawa timur yang jadikan saya terduga dalam masalah pencemaran nama baik,” kata Ahmad Dhani pada wartawan, Selasa (11/12/2018)

Lewat pesan itu, Ahmad Dhani menyebutkan semua langkah dikerjakan supaya masalah hukumnya jalan selalu. “Bagaimana juga langkah dikerjakan. Saya bisa jelaskan dengan halus tidak profesional, dalam bahasa keseharian itu curang,” tuturnya.

Dimana titik kecurangannya? Ahmad Dhani bicara masalah saksi pakar ITE yang didatangkan cuma kelas pemprov. Ikut waktu ada saksi pakar hukum ITE dari pusat, tidak diminta info masalah materi inti masalah. “Justru diminta info masalah tehnis pentransmisian,” tuturnya.

“Mengapa penyidik Polda tidak ingin menanyakan, apa pengakuan Ahmad Dhani masalah idiot ini masuk unsur pidana? Seperti yang disyaratkan UU ITE Masalah 27?” memprotes Ahmad Dhani, yang yakini, bila pertanyaan itu dilemparkan, pakar akan menjawab dalam kata ‘tidak’.

“Jadi memang jika maunya team penyidik agar Ahmad Dhani di P21 (diadili di pengadilan negeri), entahlah dapat dibuktikan ataukah tidak masalah kelak, itu namanya curang, curang,” kata Ahmad Dhani, yang lalu menanyakan profesionalisme pelaku Polda Jawa timur yang disebutnya berpangkat AKBP itu.

Serangan Ahmad Dhani ini langsung dihalau Polda Jawa timur. Kasubdit V Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Jawa timur AKBP Harissandi menjelaskan penentuan terduga Ahmad Dhani telah sama dengan mekanisme.

“Curang dimana? Wong bukti hukumnya ada, buktinya juga terkumpul,” kata Harissandi waktu diminta konfirmasi detikcom, Selasa (11/12/2018).

“Saat ini penyidik mengemukakan ketrampilan dari Kemenkominfo ini kan permasalahan ITE saja. Penyidik cukuplah bertanya permasalahan tehnis, sama dengan unsur-unsur masalah di UU ITE. Jika permasalahan (pakar) pidana, penyidik bertanya permasalahan pidana,” katanya menjawab pertanyaan Ahmad Dhani.

Perwira menengah di Ditreskrimsus Polda Jawa timur ini menjelaskan sudah ada dua saksi yang memudahkan yang sudah dicheck. Saksi itu memang adalah pakar ITE serta pakar bahasa. Selain itu, Ahmad Dhani memang tidak mengirim pakar pidana. “Jadi pengakuan Ahmad Dhani itu menyebar di kelompok-kelompok mereka. Telah ada dua (saksi yang memudahkan),” kata Harissandi.

Ajaran Dhani yang berbuntut laporan pencemaran nama baik ini sudah sempat dilemparkannya dalam video di Facebook. Waktu itu Dhani, yang akan ikuti deklarasi tagar 2019 ubah presiden dihadang oleh beberapa orang dari Konsolidasi Bela NKRI. Dalam videonya, Dhani menyebutkan beberapa orang yang menghadangnya idiot.