Calon Moderator Debat Najwa Shihab yang Menimbulkan Pro dan Kontra

Calon Moderator Debat Najwa Shihab yang Menimbulkan Pro dan Kontra

rjpkr88newsflash – Najwa Shihab jadi salah satunya nama calon moderator yang muncul untuk memandu debat ke-2 Pemilihan presiden 2019. Walau belumlah sah ditetapkan KPU, timbulnya nama Najwa Shihab memetik pro serta kontra.

Masalah Najwa Shihab jadi salah satunya pilihan moderator di debat pada 17 Februari kelak dibetulkan oleh Arief Budiman. Tidak hanya Najwa, nama Tommy Tjokro pun jadi salah satunya calon moderator debat ke-2 pemilihan presiden.

“Ya diusulkan oleh TV (Tommy Tjokro serta Najwa Shihab),” tutur Ketua KPU Arief Budiman di kantor KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Senin (21/1/2019).

Berkaitan jumlahnya moderator, Arief menjelaskan masih tetap mengulas bersama dengan jajarannya. Akan tetapi, dengan pribadi, Arief menyarankan cuma ada satu moderator dalam debat ke-2.

“Ya dapat satu, dapat dua ya. Tetapi saya pribadi, tempo hari kan berpasangan, jadi moderator dua. Moderator dua kan ambil waktu cukup lama, jika saya sendiri menyarankan dapat satu, jadi bertambah cepat begitu, silahkan… silahkan tanya-jawab,” kata Arief.

Timbulnya nama Najwa memetik penolakan dari tim Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Tim sukses pasangan nomer urut 02 itu memandang Najwa tidak netral serta minta KPU mencari profil pembawa acara yang lain.

“Tentang gagasan KPU untuk menunjuk moderator dalam debat, kami memperingatkan KPU supaya janganlah menunjuk moderator yang terindikasi memihak. Rekam jejak moderator sampai kini kan tunjukkan beberapa nama yang tersebar seperti Najwa terindikasi tidak netral di 2014,” ucap jubir BPN, Andre Rosiade.

Team Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin juga memberi pembelaan untuk Najwa. Menurut jubir TKN, Ace Hasan Syadzily, Najwa adalah pembawa acara yang teruji kapasitasnya dalam memandu debat-debat politik di alat tv.

“Kami yakin dengan Mbak Nana jika beliau akan profesional dalam memandu debat. Lihat saja dalam acara-acara talkshow di tv, Mata Najwa, begitu seimbang dalam memberi peluang pada ke-2 tim,” kata Ace.

Mendapatkan penolakan dari BPN Prabowo-Sandiaga, Najwa Shihab pada akhirnya membuka nada. Dia menyatakan menjunjung independensi menjadi jurnalis. Dia lalu memperingatkan masalah penampilannya dalam program debat cagub Pilgub DKI 2017, yang diselenggarakan talkshow-nya dahulu, Mata Najwa.

“Menjadi host memang gawat pada semua tokoh, tapi tetap mengawasi independensi. Jika rekan-rekan semua masih tetap ingat, waktu Pilgub DKI, yang disebutkan pun jika saya tidak netral, ke-2 paslon di putaran ke-2 tetap hadir jika kami undang,” tegas Najwa.

Menurut dia, cagub DKI di putaran ke-2, Anies Baswedan serta Basuki T Purnama (Ahok), pun bersedia lakukan debat yang berlainan dengan yang diselenggarakan KPU. Format debat yang disebut Najwa ialah dialog interaktif serta dinamis.

“Mereka berdua rasakan jika selama debat kita menjunjung tinggi objektivitas. Silahkan cek lagi saja masalah ini,” katanya.

Najwa pun memperingatkan masalah beberapa tokoh di tim Prabowo-Sandiaga yang bersedia hadir ke acaranya. Seperti saat Anies serta Sandiaga waktu dipilih menjadi Gubernur-Wagub DKI.

“Waktu Mas Anies serta Mas Sandi telah dipilih, kedua-duanya tampil pertama di acara saya. Sesudah itu juga, seringkali kedua-duanya sering ada di Mata Najwa. Begitu halnya Pak Djarot (eks Gubernur DKI) saat baru berhenti jadi gubernur, bersedia diundang hadir ke Catatan Najwa,” ucap Najwa.

“Pada semua pihak, saya selalu menjunjung tinggi independensi,” sambungnya.

Anies turut mulai bicara masalah profesionalitas Najwa. Menurutnya, Najwa masih tunjukkan netralitasnya waktu memandu acara.

“Jika dari bagian format, yang ditangani di Mata Najwa itu format yang terbaik. Dengan interaktif, sangat interaktif, ya. Setiap saat ada jawaban, ada peluang untuk mengembangkan dapat di tanya kembali, dapat dipertanyakan lebih jauh,” kata Anies.

“Jika independensi, jika pengalaman tempo hari di pemilihan kepala daerah sich netral-netral saja. Ya memang Mata Najwa itu memang tetap tajam jika bertanya. Berarti, siapa juga yang jadi tamu disana rasakan (netral). Tetapi itu jika saat talkshow,” sambungnya.

Terakhir, BPN Prabowo-Sandiaga meluruskan rumor tentang penolakan pada Najwa. Menurut Wakil Ketua BPN Priyo Budi Santoso, pihaknya belumlah akan memutuskan apa akan terima atau menampik Najwa menjadi moderator debat pemilihan presiden.

“Mesti dikit butuh diluruskan jika BPN Prabowo-Sandi belumlah dalam tempat menampik siapa juga moderator, termasuk juga Najwa Shihab, sebab Najwa memang termasuk juga salah satunya host TV yang begitu moncer serta sampai ini hari, KPU belumlah dengan sah ajukan beberapa nama,” papar Priyo.

Selain itu, Ma’ruf Amin mengatakan persetujuannya jika debat ke-2 dipandu oleh Najwa.

“Jika kita sich sepakat saja (Najwa Shihab). Kan yang terpenting itu, ya berarti lurus, tidak memihak, netral, jadi siapapun bukan permasalahan untuk kami,” ucap Ma’ruf.

KPU lantas menyatakan nama Najwa belumlah sah ditetapkan jadi moderator debat. Komisioner KPU Wahyu Setiawan menjelaskan nama Najwa muncul baru menjadi saran dari tv penyelenggara debat ke-2 kelak.

“Yang menominasikan Mbak Nana (Najwa Shihab) bukan KPU, tetapi TV penyelenggara,” jelas Wahyu.

Tidak hanya Najwa, ada nama Tommy Tjokro, yang tidak diterima Prabowo-Sandiaga. Stasiun TV penyelenggara debat ke-2 sudah dipastikan KPU, yakni RCTI, GTV, MNC TV, serta iNews TV. Sesudah mendapatkan saran itu, Wahyu mengakui menawarkannya pada ke-2 tim.

Wahyu juga menyebutkan KPU masih tetap mempunyai rincian calon moderator lainnya. Beberapa nama itu dimaksud Wahyu datang dari beberapa alat.

“Tetapi kita telah miliki rincian masalah calon-calon moderator, yang semua ke lima debat dari insan alat,” katanya.