Cerita Candi Borobudur dan Misteri yang Masih Belum Terpecahkan

Cerita Candi Borobudur dan Misteri yang Masih Belum Terpecahkan

rjpkr88newsflash – Candi Borobudur ialah salah satunya bangunan bersejarah di Indonesia. Terdapat beberapa riwayat dibalik megahnya Candi Borobudur, candi Buddha paling besar dalam dunia serta salah satunya monumen Buddha paling besar dalam dunia.

Dibalik megahnya Candi Borobudur, ada banyak narasi misteri yang masih tetap jadi tanda pertanyaan. Benar ataukah tidak, cerita-cerita itu menyebar luas di penduduk.

Di bawah ini beberapa narasi mengenai Candi Borobudur serta misterinya yang belumlah teratasi:

1. Singa Urung

Patung berwujud singa ini ada di samping kiri serta kanan tangga masuk candi. Singa urung, atau dalam bahasa Jawa bermakna harimau tidak berhasil, mempunyai mitos yang cukuplah seram. Menurut mitos yang menyebar, bila ada pengunjung yang menaiki patung serta berkata kasar, jadi dia akan didatangi si singa serta tetap dihantui dalam mimpi.

Mitos yang lain, buat sepasang kekasih yang mendekati Singa urung, jadi mereka akan putus atau tidak berhasil menikah. Walau demikian, ini masih tetap mitos. Belumlah dapat dibetulkan.

2. Ada Jam Raksasa

Tidak cuma jadi tempat bersembahyang, Borobudur pun mempunyai misteri mengenai jam raksasa. Bagaimanakah cara tahu?

Candi Borobudur mempunyai 72 stupa berupa lonceng terbalik. Stupa penting di dalam berperan menjadi jarum jam serta stupa kecil di sekitarnya menjadi pemberi tanda. Cahaya matahari membuahkan bayangan untuk stupa besar serta akan melalui stupa-stupa di bawahnya akan tetapi belum juga didapati tentu langkah membaca waktu pada pukul itu.

Akan tetapi sampai sekarang ini, misteri jam raksasa itu belumlah dapat dibuktikan dengan ilmiah. Apakah benar ada jam itu?

3. Relief Tersembunyi

Bila pengunjung cermat dengan detail relief Borobudur, mereka akan temukan suatu yang ganjil. Nyatanya ada relief yang tersembunyi. Relief ini bernama Kamadhatu yang terbagi dalam 160 relief adegan Sutra Karmawibhangga atau hukum sebab-akibat.

Sedikit yang tahu apakah yang tergambar pada relief itu. Relief ini menyengaja ditimbun, sebab memvisualisasikan tindakan jelek manusia. Contohnya gambar orang tengah bergosip, membunuh, menyiksa, memerkosa, dan adegan-adegan seksual dalam beberapa tempat. Panel-panel ini lalu menyengaja ditimbun dengan tanah sebab reliefnya dipandang vulgar serta cabul.

Menurut Guru besar Fakultas Pengetahuan Sosial Kampus Indonesia, Edi Sedyawati, Relief di Kamadhatu yang memvisualisasikan kehidupan manusia sebelum beradab. Perihal ini bisa jadi berlangsung pada saat candi itu dibuat. Walau demikian, fakta ditimbunnya relief Kamadhatu masih tetap diperdebatkan sampai sekarang ini.

4. Danau Purba Candi Borobudur

Beritanya, tempat yang dibuat Candi Borobudur sekarang ini ialah sisa danau purba. Hal tersebut dari hasil riset yang dikerjakan oleh mahasiswa doktoral Departemen Geografi Kampus Gadjah Mada, Helmy Murwanto.

Dia membuka danau purba itu berumur 10 ribu tahun kemarin. Helmy memprediksi danau itu tercipta pada jaman pleistosen. Menurut dia, danau purba itu hilang karena alami pendangkalan dengan alamiah serta intervensi manusia.

Dalam temuannya, Helmy menuturkan jika pendangkalan danau itu dapat dilihat bermaterial penutup endapan danau berbentuk hasil kegiatan vulkanis, tektonis, serta pergerakan massa tanah dan batuan. Material penutup itu berbentuk tanah lempung berwarna hitam yang terungkap oleh proses geomorfologis.