DPRD DKI Kaji Pembentukan Pansus Untuk Selidiki Jual Beli Jabatan

DPRD DKI Kaji Pembentukan Pansus Untuk Selidiki Jual Beli Jabatan

rjpkr88newsflash – DPRD DKI Jakarta mengatakan akan memperhitungkan pembentukan panitia spesial (pansus) untuk menyelidik pendapat praktek jual-beli jabatan yang dikerjakan sesudah perputaran lurah atau eselon IV di lingkungan pemerintah propinsi DKI Jakarta.

Hal tersebut dikatakan dalam rapat bersama dengan Komisi A bagian pemerintahan. Dalam rapat itu, DPRD DKI tidak senang dengan keterangan berkaitan pendapat itu.

“Kami akan kaji buat pansus perputaran jabatan, baru kesempatan ini saat sembilan tahun, baru kesempatan ini ramai,” kata Wakil Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta William Yani di Gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu (6/3).

Dalam rapat itu, William mengakui terima beberapa laporan dari ASN yang didemosi. Berdasar pada laporan itu didapati banyak petinggi yang tidak tahu tempatnya waktu dilantik.

“Yang ada di pelantikan di surat undangan itu tidak ada panduan ia kan menjabat apakah,” katanya.

Diluar itu, DPRD DKI pun minta keterangan dengan menyurati dengan sah ke Tubuh Kepegawaian Daerah (BKD). Pihaknya menjelaskan akan membahas lagi apakah butuh dibuat pansus ataukah tidak sesudah kelak terima keterangan itu.

Menyikapi hal itu, KPD Chaidir menyanggah tuduhan masalah tidak ada info jabatan di surat undangan pelantikan.

Dia menjelaskan jabatan seperti pengawas serta adminsitrator dituliskan dalam undangan.

“Kami mengatakan menjadi administrator, terkecuali kami tidak mengatakan sekali. Kami telah komunikasi dengan BKN (Tubuh Kepegawaian Nasional),” tuturnya.

Walau demikian, Chaidir mengakui jabatan memang tidak diterangkan dengan detil dalam undangan pelantikan. Karena, bila dituliskan orang ke-3 yang dapat menolong praktek jual beli jabatan dapat tahu jabatan itu.

Awal mulanya, Gubernur DKI Jakarta Anies melantik lebih dari seribu petinggi baru yang sudah dirotasi. Diantara perombakan itu, Anies bahkan juga lakukan penurunan jabatan serta kelompok atau demosi.

Anies mengatakan pihaknya akan buka lelang jabatan untuk tempat strategis di lingkungan Pemprov DKI pada Senin (5/3) yang akan datang.

“Jadi harapannya (proses perputaran) Jumat telah tuntas, Senin dapat diumumkan. Sesudah diumumkan proses seleksi dapat diawali, mulai dari pendaftaran,” kata Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (27/2).

Menyikapi hal tersebut, William sudah sempat melawan Anies untuk buka-bukaan penilaian perputaran lurah atau eselon IV di lingkungan pemerintah propinsi itu.

“Menurut saya ini ialah restrukturisasi jabatan yang sangat jelek. Karena itu dibuka dong hasil penilaian mengapa orang naik serta turun bagaimanakah cara pilih orang itu,” kata William.

William menjelaskan sampai sekarang anggota dewan tidak tahu langkah DKI mengubah beberapa ribu petinggi. Banyak, kata William, yang mengadu padanya mengenai demosi petinggi itu.