Fadli dan Neno Tidak Memenuhi Panggilan Bawaslu Soal Munajat 212

Fadli dan Neno Tidak Memenuhi Panggilan Bawaslu Soal Munajat 212

rjpkr88newsflash – Aktivis Neno Warisman serta Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon mangkir untuk ke-2 kalinya waktu di panggil Tubuh Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI Jakarta berkaitan masalah pendapat pelanggaran pemilu di Malam Munajat 212. Kedua-duanya sempat di panggil Bawaslu DKI pada Selasa (5/3) kemarin. Akan tetapi tidak penuhi pemanggilan itu.

“Dari MUI DKI telah penuhi undangan, Fadli Zon tidak ada. Menurut info dari stafnya, masih tetap di luar negeri, di Mesir. Ibu Neno Warisman tidak ada berita,” tutur Anggota Bawaslu DKI Puadi waktu dihubungi, Senin (11/3).

Puadi mengemukakan sore hari ini Bawaslu DKI langsung menyurati Neno serta Puadi berkaitan pemanggilan ke-3. Ia menjelaskan Bawaslu DKI masih tetap mempunyai waktu untuk pemanggilan ke-3. Batas waktu kontrol saat 14 hari akan jatuh pada 20 Maret yang akan datang.

“Jadi ada pemanggilan 18 Maret [untuk Fadli Zon] masih tetap dapat dikejar. Lalu Ibu Neno Warisman kita undang ketiga kalinya yakni tanggal 13 Maret,” katanya.

Bawaslu DKI akan menyebut Front Pembela Islam (FPI) untuk kontrol pada 13 Maret yang akan datang. Mereka akan dicheck menjadi salah satunya penyelenggara. Puadi berujar bila Fadli serta Neno mangkir kembali, jadi Bawaslu DKI tetap akan keluarkan putusan.

“Kelak Sentral Gakkumdu (Sentral Penegakan Hukum Terpadu) akan memandang. Kita bekerjasama masih dengan kejaksaan serta kepolisian apakah beberapa langkah setelah itu,” katanya.

Bawaslu DKI menginvestigasi gelaran Malam Munajat 212 sebab temukan tanda-tanda pelanggaran pemilu. Diluar itu, ada laporan dari Ketua TKD Jokowi-Ma’ruf DKI Jakarta, Prasetio Edi Marsudi. Bawaslu membahas pendapat pelanggaran pemilu sebab ada laporan pidato bernada kampanye serta atribut kampanye di acara itu.

TKN Dorong Fadli-Neno Ditindak

Terpisah, tim Jokowi malah melawan Bawaslu untuk berani memberi sangsi bila Fadli Zon serta Neno Warisman dapat dibuktikan lakukan kampanye buat pasangan calon 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dalam acara Munajat 212.

“Bawaslu mesti berani lakukan itu,” tutur Direktur Hukum serta Advokasi TKN Ade Irfan Pulungan waktu dihubungi, Senin (11/3).

Ade menjelaskan sangsi yang dipakai pada Fadli serta Neno adalan sangsi pidana pemilu. Karena, dia menjelaskan Fadli serta Neno terindikasi atau pantas disangka lakukan kampanye melalui cerita serta lambang yang terkait dengan paslon 02 waktu mengahadiri Munajat 212.

Fadli serta Neno, katanya, dapat dipakai sangsi pidana pemilu sebab adalah sisi dari BPN Prabowo-Sandiaga. Dia minta Fadli serta Neno tidak memandang kontrol itu menjadi bentuk kriminalisasi.

“Janganlah terasa dikriminalisasi. Kan ribet apa-apa dikriminalisasi, selalu apa-apa hadir ramai-rami. Tunjukkanlah kita itu yakin pada mekanisme hukum, patuh hukum,” katanya.

Aktivis Neno Warisman serta Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon mangkir untuk ke-2 kalinya waktu di panggil Tubuh Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI Jakarta berkaitan masalah pendapat pelanggaran pemilu di Malam Munajat 212. Kedua-duanya sempat di panggil Bawaslu DKI pada Selasa (5/3) kemarin. Akan tetapi tidak penuhi pemanggilan itu.