Ini yang Terjadi Jika Pesawat Terbang Terlalu Tinggi

Ini yang Terjadi Jika Pesawat Terbang Terlalu Tinggi

rjpkr88newsflash – Salah satunya pertanyaan besar yang sering muncul dalam pemikiran orang pemula masalah burung besi yakni: Apakah yang berlangsung bila satu pesawat terbang sangat tinggi?

Apa akan aman-aman saja?

Jawabannya tidak! Ini akan akan merusak semuanya. Hal tersebut sudah dibuktikan pada Oktober 2004.

Saat itu, kru Pinnacle Airlines 3701 membawa pesawat mereka terbang dari satu bandara ke bandara lainnya tiada penumpang atau yang dimaksud dengan arti ‘reposisi’, demikian diambil dari situs Mentalfloss.com, Rabu (26/12/2018).

Pada intinya, pesawat mesti terbang dengan ketinggian maximum 33.000 kaki. Tapi demikian sebaliknya, sang pilot minta untuk menaikkannya jadi 41.000 kaki.

Akhirnya, ke-2 mesin pesawat tidak berhasil. Kru tidak dapat menghidupkan kembali mesin. Pesawat jatuh lantas hancur.

Dewan Keselamatan Transportasi Nasional mengambil keputusan jika peluang pemicu kecelakaan ini ada tiga perihal:

Pertama, tingkah laku tidak profesional pilot, penyimpangan dari mekanisme operasi standard. Buruknya penerbangan, yang menyebabkan darurat dalam penerbangan — beberapa sebab kursus pilot yang tidak mencukupi.

Ke-2, kegagalan pilot untuk menyiapkan pendaratan darurat pas waktu. Termasuk juga berkomunikasi dengan pengontrol jalan raya hawa selekasnya sesudah darurat mengenai kehilangan ke-2 mesin serta tersedianya tempat pendaratan.

Ke-3, manajemen pilot yang tidak pas dari rincian check rusaknya mesin ganda. Sangat mungkin pokok mesin berhenti berputar-putar serta menyebabkan keadaan mesin kunci pokok.

Kecelakaan ikut berlangsung saat gabungan suhu serta desakan atmosfer di tempat spesifik sangat tinggi. Di ketinggian pada hari yang panas, beberapa macam pesawat tidak dapat naik.

Mereka akan turunkan ketinggian untuk keselamatan.

Inikah Kursi Sangat Aman di Dalam Pesawat?

Beda masalah dengan artikel awal mulanya. Kesempatan ini ada pertanyaan lainnya yakni kursi manakah yang sangat aman waktu ada di pesawat?

Tiap-tiap penerbangan mempunyai kode kelas yang memastikan ketidaksamaan kabin serta service di pesawat, yakni Y untuk kelas ekonomi (economy class), C untuk kelas usaha (business class), serta F untuk service kelas satu (first class).

Untuk ticket kelas satu, Anda dapat memperoleh kursi yang sangat nyaman, dengan ruangan kaki luas, service yang tambahan serta penyajian makanan yang lebih baik.

Namun, apa kelas satu lebih aman dari kelas yang lainnya?

Pensiunan pilot, Chesley Sullenberger III –yang sempat mendapatkan penghargaan sebab keterampilannya mendaratkan Airbus A320 dengan aman di Sungai Hudson pada 2009 serta tidak memakan korban jiwa– menjawab pertanyaan itu.

Chesley, yang sekarang jadi ahli keamanan penerbangan di CBS News menjelaskan pada Washington Post, “Kelas pertama dapat tidak lebih aman dibanding ekonomi.”

Selanjutnya, komentar dari pakar lainnya ikut memberi dukungan pengakuan ini, yang menjelaskan jika kelas satu pasti bukan tempat teraman di kapal terbang.

“Saya tidak dapat jamin jika pesan tempat duduk di kelas satu bisa saja lebih aman. Dalam kecelakaan yang sebetulnya, kesempatan terunggul untuk bertahan hidup umumnya dengan duduk di belakang,” kata Pemimpin Eksekutif Aviation Safety Networt, Harro Ranter, seperti dikutip dari Express.co.uk.

Bahkan juga, satu riset menguak kursi sangat aman di pesawat sesudah kecelakaan berlangsung. Penelitian itu mengutarakan jika ada peluang yang tambah tinggi untuk bertahan hidup bila penumpang duduk di kursi belakang.

Menurut satu artikel yang diedarkan pada majalah TIME, sesudah terdapatnya insiden. Sepertiga belakang pesawat cuma dapat membuat tingkat kematian 32%, dibanding dengan sisi tengah dengan 39% serta sisi depan dengan 38%.

Martin Rottler, seseorang pakar penerbangan, selanjutnya menuturkan jika duduk di baris belakang bermakna Anda akan tidak bertemu dengan beberapa orang, serta ini bisa menolong Anda untuk mempermudah mencari jalan keluar.

Diluar itu, teori itu ikut di dukung oleh beberapa riset, termasuk juga yang belakangan ini dipertunjukkan dalam suatu film dokumenter Channel 4.

Film itu mengkaji semua kecelakaan pesawat semenjak 1971 serta temukan jika mereka yang ada di kursi jejeran belakang ialah yang sangat aman –tingkat keberlangsungan hidup yaknii 69%, jika dibanding dengan mereka yang duduk di dekat sayap (56%) serta dan mereka yang duduk dibagian depan (49%).