Inilah Maksud Unicorn yang Disebut Jokowi dalam Debat Capres Kedua

Inilah Maksud Unicorn yang Disebut Jokowi dalam Debat Capres Kedua

rjpkr88newsflash – Calon Presiden Nomer Urut 01, Joko Widodo ( Jokowi) memperoleh peluang menanyakan pada Calon Presiden Nomer Urut 02, Prabowo Subianto mengenai bagaimanakah cara memberi dukungan perubahan startup unicorn di Indonesia dalam debat capres.

Dengar pengakuan itu, Prabowo terlihat tampak bingung akan pertanyaan yang dikatakan oleh Jokowi. Bahkan juga Prabowo kembali menegaskan pertanyaan itu dengan mengulang-ulang pertanyaan yang sama. “Unicorn apa itu? tujuan bapak yang online-online itu?,” timpal Prabowo.

Lantas apakah yang dimaksud dengan unicorn yang disebut oleh Jokowi?

Arti unicorn bisa dimaksud untuk mengukur tingkat keberhasilan satu start-up. Karena, Kehadiran start-up di masa digital telah tidak bisa kembali di pandang remeh. Sebab, beberapa start-up sudah dapat dibuktikan sukses menyeimbangi keberhasilan perusahaan-perusahaan besar lainnya.

Arti unicorn ini merujuk pada start-up yang mempunyai valuasi sejumlah USD 1 miliar (seputar Rp 13,1 triliun) atau lebih. Seperti dikutip Venture Beat, sekarang ini ada 229 startup yang masuk dalam kelompok unicorn.

Semua startup ini menyebar di beberapa belahan dunia termasuk juga Amerika Serikat, Tiongkok, Jerman, India, Kanada, Inggris, serta Singapura. Startupstartup ini juga menekuni bagian yang beragam seperti keuangan, pemasaran, service, ritel, serta bahkan juga games.

Berdasar pada data riset dari CB Insights, startup pertama yang menempati kelompok unicorn ialah Uber. Startup asal Amerika Serikat ini mempunyai valuasi sejumlah USD 51 miliar. Tempat ke-2 diduduki oleh Xiaomi, Tiongkok, sejumlah USD 46 miliar. Lantas, tempat ke-3 diduduki oleh Airbnb, Amerika Serikat, sejumlah USD 25,5 miliar.

Uber sendiri sudah berdiri semenjak tahun 2009 yang lalu. Sesaat, Xiaomi berdiri tahun 2010 serta Airbnb berdiri tahun 2008. Ke-3 start-up ini bisa disaksikan jika telah beroperasi saat lebih dari lima tahun. Perihal ini bermakna, untuk dapat tembus kelompok unicorn, satu startup mesti lewat proses yang tidak singkat.

Sama dengan perhitungan dari Venture Beat, satu start-up memang memerlukan waktu yang lumayan lama sebelum dapat tembus kelompok unicorn. Startup rata-rata memerlukan waktu seputar enam tahun untuk dapat tembus kelompok itu.

Akan tetapi untuk di Indonesia sendiri sudah mempunyai 4 perintis unicorn startup yang mulai dilirik oleh beberapa investor asing dengan valuasi di atas USD 1 Miliar (Rp 13,8 triliun) salah satunya yakni Tokopedia dengan valuasi sebesar Rp 50 triliun, Gojek dengan valuasi sebesar Rp 40 triliun, Traveloka dengan valuasi sebesar Rp 26 triliun dan Bukalapak dengan valuasi sebesar Rp 15 triliun.

Berkaitan dengan perubahan start-up unicorn, Jokowi menjelaskan pemerintah sudah begitu memberi dukungan buat perusahaan rintisan (startup) Indonesia berkembang. Menurut dia, suport infrastruktur serta peraturan diinginkan menumbuhkan unicorn baru di Tanah Air.

Calon presiden petahana ini menjelaskan, pemerintah membidik semua kabupaten kota tersambung jaringan 4G akhir tahun ini. Diluar itu, program Palapa Ring hampir mendekati selesai.

“Kita bangun Palapa Ring, Barat serta Tengah 100 % tuntas, Timur 90 % tuntas. Diluar itu, skema 4G, kita lanjutkan sampai akhir tahun ini kabupaten kota tersambung,” katanya waktu debat ke-2 calon presiden di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/2).

Diluar itu, Jokowi menjelaskan sudah mempersiapkan program 1.000 startup baru. “Kita sediakan program 1.000 startup baru dilink-kan di inkubator global. Startup selalu kita dorong. Menyambut industri 4.0.”

Sesaat, Calon Presiden Nomer Urut 02 Prabowo Subianto menjanjikan pembangunan prasarana simpatisan, pengurangan peraturan, serta penetapan. “Mereka (unicorn) terasa saat ini ada penambahan peraturan berbentuk pajak dalam perdagangan online,” tuturnya.

Prabowo pun mengutamakan skema perdagangan elektronik sudah membuat saluran uang keluar negeri makin cepat. “Terdapatnya e-commerce akan percepat arus uang keluar negeri. Skema kita saat ini sangat mungkin uang kita keluar negeri.”