Ketika Beberapa Sentilan Sejumlah Tokoh Muhammadiyah Pada Amien Rais

Ketika Beberapa Sentilan Sejumlah Tokoh Muhammadiyah Pada Amien Rais

rjpkr88newsflash – Bekas Ketua Umum PP Muhammadiyah Amien Rais waktu lalu menjelaskan akan menjewer Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nasir bila organisasinya tidak berlaku pada Penentuan Presiden 2019. Pengakuan Amien Rais ini jadi masalah.

Pengakuan Amien ini memetik banyak proses dari tokoh Muhammadiyah. Mereka angkat bicara berkaitan ucapaan Amien Rais itu. Ini beberapa ‘sentilan’ tokoh Muhammadiyah pada Amien Rais:

1. Buya Syafii: Janganlah Didengar

Ketika Beberapa Sentilan Sejumlah Tokoh Muhammadiyah Pada Amien Rais
Ketika Beberapa Sentilan Sejumlah Tokoh Muhammadiyah Pada Amien Rais

Bekas Ketua Umum PP Muhammadiyah Buya Syafi’i Ma’arif ikut mulai bicara. Dia minta janganlah dengarkan pengakuan Amien Rais yang ingin menyentil Haedar Nasir.

“Halah jewer-jewer, tidak perlu diakui itu. Muhammadiyah memberi kebebasan pada anggotanya. Itu sesuai dengan Muktamar Ujung Pandang 1971 kemarin. Diperkokoh Panwil serta beberapa peluang. Saya pikir (kebebasan) ini bagus. Menjadi ormas sipil, yang lahirnya menyusul negara dan bangsa. Jadi kita tidak perlulah ada jewer-jewer itu. Tidak perlu didengar itu,” kata Buya Syafi’i.

2. Janganlah Menggurui

Ketika Beberapa Sentilan Sejumlah Tokoh Muhammadiyah Pada Amien Rais
Ketika Beberapa Sentilan Sejumlah Tokoh Muhammadiyah Pada Amien Rais

Ketua Bagian Hukum serta Hak Asasi Manusia Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Busyro Muqoddas menjelaskan Muhammadiyah belum pernah mengarahkan untuk memihak salah satunya calon presiden di Pemilihan presiden 2019. Busyro menengaskan bila Muhammadiyah ialah organisasi ormas yang memprioritaskan berdiri sendiri.

“Itu namanya menggurui,” kata Busyro.

3. Muhammadiyah Mesti Netral

Ketika Beberapa Sentilan Sejumlah Tokoh Muhammadiyah Pada Amien Rais
Ketika Beberapa Sentilan Sejumlah Tokoh Muhammadiyah Pada Amien Rais

Ketua PP Muhammadiyah Anwar Abbas menjelaskan pengakuan Amien Rais berkaitan PP Muhammadiyah mesti berlaku pada Penentuan Presiden 2019 ialah pengakuan pribadi. Menurut dia, Muhammadiyah menjadi organisasi mesti netral, tetapi kader tidak bisa tidak pilih.

“Jadi yang netral itu ialah organisasinya, jika anggotanya tidak bisa tidak berlaku. Jadi Pak Haedar bicara dalam ranah organisasi, sesaat Pak Amien bicara dalam ranah pribadi dari anggota Muhammadiyah,” kata Anwar.

4. Jawaban Haedar Nashir

Ketika Beberapa Sentilan Sejumlah Tokoh Muhammadiyah Pada Amien Rais
Ketika Beberapa Sentilan Sejumlah Tokoh Muhammadiyah Pada Amien Rais

Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nashir diancam akan dijewer bila tidak berlaku dalam Pemilihan presiden 2019. Akan tetapi rupanya sindiran itu di pandang remeh oleh Haedar.

Menurut Haedar tidak ada yang beralih dari Muhammadiyah dalam menanggapi politik praktis. Haedar menyebutkan bila Muhammadiyah masih tetap pada khittahnya, netral dalam tiap-tiap pagelaran pemilu.

“Jawaban saya sama. Tidak ada yang beralih dari Muhammadiyah, serta tidak pernah beralih. Muhammadiyah berdiri diatas kepribadian serta khittahnya untuk masih ambil jarak dari pergumulan politik praktis,” urai Haedar.