Ketua Umum PP Menjelaskan Perhatian Jokowi Terhadap Islam

Ketua Umum PP Menjelaskan Perhatian Jokowi Terhadap Islam

rjpkr88newsflash – Presiden Joko Widodo (Jokowi) sering terserang rumor yang pro pada umat Islam. Akan tetapi, mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Syafii Maarif mematahkannya dengan membuka deretan bukti mengenai Jokowi.

Menurut pria yang akrab dipanggil Buya Syafii itu, kebijaksanaan Jokowi malah banyak memihak pada umat Islam, terutamanya Muhammadiyah.

“Waktu lalu, Presiden menyerahkan 6 SK buat sekolah tinggi Muhammadiyah di Lamongan. Serta kelak presiden akan bertandang ke Kampus Aisyiyah. Jadi, jika ada yang katakan presiden tidak perhatian pada Islam, hentikanlah,” katanya di acara milad satu era Madrasah Mu’allimin Mu’allimat Yogyakarta, Kamis (6/12/2018).

Kedatangan Jokowi di acara Peringatan Milad Satu Era Mualimin Mualimat Muhammadiah dipandang Buya Syafii menjadi suatu yang istimewa sebab dia adalah presiden pertama yang lakukan kunjungan.

“Presiden hadir kesini itu bukti beliau dekat dengan Islam,” katanya.

Keterpihakan Jokowi ikut tampak dari peranannya menolong pembangunan pelebaran Madrasah Mu’allimin Mu’allimaat Yogyakarta di Jalan Wates, Yogyakarta. Menurut dia, universitas tidak dapat menyimpan kembali siswa hingga Mu’allimin akan buka universitas baru untuk peningkatan.

“Ibu Menteri BUMN telah mengundang beberapa direktur penting, ada BNI, BRI, PLN, mereka mau patungan serta akan diawali Januari,” tuturnya.

Buya Syafii menjelaskan, Muhammadiyah adalah organisasi kemasyarakatan yang berjalan dalam bagian sosial, pendidikan dan kesehatan. Menolong Muhammadiyah bermakna negara menolong negara sendiri dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

Karena, banyak sekolah yang dibangun Muhammadiyah untuk mencerdaskan umat serta anak bangsa.

Tokoh muda Nahdlatul Ulama (NU) Pengasuh Pondok Pesantren Al-Mizan, Majalengka, Jawa Barat, Maman Imanulhaq memberikan, Jokowi dalam kepemimpinannya menggenggam teguh nilai-nilai pesantren. Bahkan juga, itu telah dikerjakannya semenjak jadi wali kota Solo.

“Jokowi rajin salat, bahkan juga jadi Imam berjamaah, puasa Senin-Kamis, Tirakat, Ziarah Pendam, hadir Maulid serta Haul. Ini semua amaliah ciri khas pesantren yang dikerjakan sebagian besar umat Islam di Indonesia,” tutur Maman Imanulhaq.

Prinsip Jokowi dalam memperjuangkan kebutuhan umat Islam dapat juga dirasa terpenting golongan santri serta pesantren. Menurut Maman, dapat disaksikan dari penentuan Hari Santri Nasional, membangun 40 bank wakaf mikro, menggerakkan kerja sama ormas Islam dengan perusahaan besar.

“Jangan sampai menyangsikan prinsip keislaman Jokowi. Ditambah lagi bersama dengan Calon wakil presiden KH. Ma’ruf Amin, pasangan nomer 01 ini selalu memperjuangkan nilai Islam menjadi spirit transformasi serta perdamaian di semua bagian terpenting pendidikan, dakwah, ekonomi serta kesehatan,” ujarnya.