Membongkar Kasus Prostitusi Online yang Melibatkan Kaum Remaja

Membongkar Kasus Prostitusi Online yang Melibatkan Kaum Remaja

rjpkr88newsflash – Polres Metro Jakarta Barat mengungkapkan kasus prostitusi online. Kesempatan ini, masalah prostitusi yang disibak menyertakan kelompok remaja. Mereka bahkan juga masih tetap duduk di bangku SMA. Beberapa pebisnis maksiat ini menyiapkan layanan ‘live show’ mesum. Modus ini dapat disebut baru.

“Telah kami tangkap beberapa pelakunya serta tengah dalam kontrol intens,” papar Kapolres Metro Jakarta Barat Hengki Haryadi seperti dikutip dari Pada, Minggu 3 Februari 2019.

Polisi mengendus modus ini waktu melalui patroli cyber. Lima orang terduga diamankan atas masalah ini pada Kamis 31 Januari 2019 kemarin. Mereka ialah SH (23), ZJ (23), WN (23), HAM (23), serta RM (23).

Hengki menjelaskan, aktor ini awalannya membuat suatu group chat di aplikasi pesan LINE. Mereka lalu membuat group bertopik ‘Show Time’. Hengki menjelaskan beberapa anggota dari group ‘Show Time’ itu bisa melihat pertunjukan mesum dari beberapa wanita ‎yang telah disiapkan admin group.

“Melalui aplikasi itu, tiap-tiap anggota di group itu bisa dapat nikmati pertunjukan langsung mesum yang dimainkan oleh mode wanita atau mode berpasangan yang telah disiapkan admin group,” papar Hengki.

Korban di Bawah Umur

Sesaat Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Edi Suranta Sitepu mengutarakan pihaknya temukan anak-anak dibawah usia melayani keinginan ‘Live Show’ ini.

“Dari pelajar SMP sampai SMA. Semua ada,” kata Edi.

Tidak hanya terima service untuk live show, anak-anak dibawah usia ini pula melayani praktek prostitusi online yang dipesan lewat admin group.

Pekerjaan admin group di sini, lebih Edi pun bertindak selaku muncikari yang mengendalikan transaksi prostitusi online. Mereka menyiapkan perempuan-perempuan yang dapat dipesan oleh anggota group serta mempersiapkan tempat transaksi.

Dari ke lima terduga, beberapa tanda bukti sukses ditangkap. Salah satunya empat unit hp, lima buah account group Line, empat account official Line, 30 lembar capture grup Lo, tiga unit CPU, tiga unit laptop, serta satu set piranti lan serta Wifi.

Omset Jutaan Rupiah

Pengungkapan masalah ini tidak berhenti pada pengejaran aktor saja. Polisi pun menelusuri keuntungan yang didapatkan dari usaha haram ini.

Berdasar pada info yang dikantongi, terdaftar ada 500 orang lebih yang telah turut dalam group ‘Live Show’.

“Telah sampai 500 orang. Ada juga anggota yang membayar paket layanan service ‘live show’ mesum sebesar Rp 1 juta bahkan juga ada pula yang lebih,” kata Edi.

Nyatanya, tarif buat konsumen setia yang nikmati service haram ini berlainan. Beberapa aktor membanderol harga dari mulai Rp 500 ribu sampai Rp 1 juta.

“Admin group ‘SHOW TIME’ membanderol tarif bermacam, dari mulai Rp 500 ribu sampai 1 juta rupiah per orang, bergantung dari paket service yang dikasihkan admin,” tutur Edi.

“Tetapi untuk booking pelajar sendiri biayanya beda,” kata Kanit Krimsus Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat, AKP Erick Sitepu.