Mengaku Sebagai Nabi Setelah Pulang dari Malaysia

Mengaku Sebagai Nabi Setelah Pulang dari Malaysia

rjpker88newsflash – Narasi nabi palsu sudah sempat membuat ramai masyarakat Kecamatan Marang, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan waktu lalu. Entahlah apakah yang berada di pikiran Saharuddin (53) saat itu. Pengakuannya menjadi nabi membuat gempar masyarakat seputar.

Dia mengutarakan status kenabiannya di tengahnya masyarakat yang tengah menyiapkan diri ke arah ke masjid untuk menunaikan salat Jumat. Persisnya, Jumat 11 November 2016.

Masyarakat juga dibikin kaget serta ramai. Pasti pengakuannya ini tidak membuat kagum, tapi kegusaran masyarakat sebab tersangkut keimanan umat Muslim.

Oleh karenanya, beberapa masyarakat sangat terpaksa mengontak kantor Polsek Marang untuk menghadapi amukan massa yang peluang dapat berlangsung sebab tidak terima dengan pernyataan ngawur Saharuddin itu.

Arsyad, adik ipar Saharuddin menjelaskankan jika tingkah laku Saharuddin begitu beralih semenjak pulang dari daerah rantauannya di Malaysia. Dia telah tinggal di negara jiran itu saat 21 tahun.

Tidak cuma memungkiri kehadiran orangtuanya, dia ikut keluarkan pernyataan yang begitu mengagetkan yaitu mengakui menjadi utusan Tuhan, Nabi.

“Semenjak pulang dari Malaysia, dia (Saharuddin) seperti kehilangan daya ingat. Bapak serta ibunya saja ia tidak akui dan mengakui diutus menjadi nabi. Diakuinya tidak dilahirkan oleh orang tuanya. Sesaat ke-2 orang tuanya sekarang ini masih tetap hidup,” kata Arsyad.

Tingkah laku aneh Saharuddin, lanjut Arsyad, makin jadi saat waktu salat Jumat. Ia menjumpai anak-anak muda di seputar masjid serta yang akan ke arah masjid, supaya tak perlu dengar khotbah Jumat dari penceramah di masjid yang letaknya tidak jauh dari tempat tinggalnya itu.

Katanya, khotbah Jumat yang dikatakan oleh penceramah itu tidak harus didengarkan, tapi cukuplah dengar apakah yang dikatakan oleh Saharuddin.

“Sebab ia (Saharuddin) tuturnya memang diutus menjadi nabi,” tutur Arsyad saat itu.

Tidak hanya mengakui menjadi Nabi, Saharuddin ikut mengakui keberadaannya tidak lewat proses kelahiran tetapi di turunkan langsung dari langit oleh Tuhan.

“Saya diangkat menjadi Nabi semenjak tahun 1996, seingat saya bulan Oktober, serta saat itu hari Jumat,” kata Saharuddin dengan logat Bugisnya waktu didapati di Polsek Marang.

Akan tetapi, tidak seperti pernyataan nabi-nabi lainnya yang banyak mencuplik ayat-ayat Alquran ataupun hadis, Saharuddin semakin banyak menceritakan mengenai pengalaman pribadinya serta kadang menyebutkan surat Al Fatihah, lafal hamdalah, serta tasbih.

“Apakah yang saya jelaskan itu bahasa dari langit, bukan saya membenarkan, Allah Taala, yang membuat bumi. Alhamdulillah itu berarti kita mensyukuri diri kita, kita semua ialah ‘Subhanallahu Taala’,” papar Saharuddin, masyarakat yang mengakui Nabi itu.

Semenjak tingkah laku Saharuddin makin menggelisahkan, masyarakat seputar juga langsung mengontak aparat kepolisian bidang (Polsek) Marang hingga Saharuddin langsung ditangkap untuk diminta info.

“Semalam masyarakat mengemukakan di Polsek Ma’rang. Lantas kita amankan. Kita cuma ingin susuri lebih dalam. Ada tidak pihak yang dirugikan. Kita akan mencari tahu bagaimana pernyataan keluarganya. Barusan kan anda dengar sendiri bagaimana pernyataan Iparnya, jika sesudah pulang dari Malaysia ia semacam itu,” kata Kapolres Pangkep waktu itu, AKBP Edy Kurniawan.

Menurut Edy pendapat sesaat Saharuddin disangka alami masalah kejiwaan hingga butuh dikerjakan kontrol medis.

“Kita telah kirim team untuk menjumpai keluarganya, untuk mencari tahu ada tanda-tanda masalah jiwa ataukah tidak, jika memang tidak bahaya, ada agunan keluarga, kita akan kembalikan Saharuddin yang mengakui menjadi nabi ini ke keluarganya,” Edy menandaskan.