Pengagum Soeharto Melaporkan Ahmad Basarah Tudingan Soeharto Guru Korupsi

Pengagum Soeharto Melaporkan Ahmad Basarah Tudingan Soeharto Guru Korupsi

rjpkr88newsflash – Pengagum Soeharto, Anhar memberikan laporan Waksekjen PDIP Ahmad Basarah ke Bareskrim Polri berkaitan tuduhan yang menyebutkan Soeharto guru korupsi. Anhar mengakui cemas dengan pengakuan Basarah itu.

“Kita memberikan laporan Ahmad Basrah atas perkataan beliau yang mengatakan jika Soeharto menjadi guru korupsi. Oleh karenanya, kami terasa benar-benar begitu terpukul, begitu terasa dirugikan mengingat Soeharto buat kami ialah tokoh bangsa, ialah guru bangsa, ialah bapak pembangunan,” kata Anhar pada wartawan di kantor Bareskrim Polri Gedung KKP, Jalan Medan Merdeka Timur, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (3/12/2018).

Anhar mengakui menjadi penduduk biasa yang cemas atas pengakuan Basarah. Waktu melapor ke Bareskrim, Anhar ditemani kuasa hukum serta 5 orang yang lain.

“Menjadi seseorang yang semestinya jadi contoh ia kan kita kenali menjadi wakil pimpinana MPR, tidak patut ia berucap demikian, menurut kami itu begitu tidak logis,” katanya.

Anhar menyebutkan tuduhan Basarah ke Soeharto begitu keji. “Sesaat sampai ini hari belumlah ada satu putusan pengadilan juga yang mengatakan jika Pak Soeharto itu ialah bersalah dalam dakwaan Pak Basarah itu,” papar Anhar.

Kuasa hukum Anhar, Djamaluddin menyebutkan pihaknya memberikan laporan Basarah dengan membawa bukti print out beberapa alat online yang tuliskan pengakuan Basarah. Bukti itu diserahkan waktu lakukan laporan ke Bareskrim. Dia mengharap pihak kepolisian berlaku netral serta menyelidik laporan client-nya itu.

“(Ahmad Basarah) beliau notabenenya salah satunya jurkam calon spesifik, nah kita menyangka ada motif apakah di balik itu. Tetapi yang tentu sebab kita negara hukum kita penduduk tahu hak hukum kita ditanggung negara, kita lakukan langkah hukum ini,” kata Djamaluddin.

Laporan Anhar itu tertuang pada Nomer Laporan LP/B/1571/XII/2018/BARESKRIM. Anhar memberikan laporan Basarah dengan masalah 156 KUHP.

Didapati, ‘Soeharto guru korupsi’ awal mulanya dikatakan Wasekjen PDIP Ahmad Basarah. Basarah menyebutkan negara sudah mengambil keputusan pencanangan program pemberantasan korupsi, kolusi, serta nepotisme (KKN). Perihal ini dijelaskan dalam Tap MPR Nomer 11 Tahun 1998 untuk menegakkan hukum pada tersangka pidana korupsi.

“Termasuk juga oleh bekas presiden Soeharto. Jadi, guru dari korupsi Indonesia sesuai dengan Tap MPR Nomer 11 Tahun ’98 itu bekas presiden Soeharto serta itu ialah bekas mertuanya Pak Prabowo,” tutur Basarah, Rabu (28/11).