Penjelasan Polisi Terkait Penganiayaan yang Dilakukan Habib Bahar

Penjelasan Polisi Terkait Penganiayaan yang Dilakukan Habib Bahar

rjpkr88newsflash – Habib Bahar bin Smith tersandung masalah hukum atas pendapat penganiayaan dua remaja dengan inisial MKU (17) serta CAJ (18). Penganiayaan itu diduga sebab Habib Bahar tidak terima ada dua ABG yang mengakui menjadi dianya.

Atas masalah ini polisi sudah mengambil keputusan Habib Bahar menjadi terduga. Tersebut urutan serta keterangan polisi berkaitan penganiayaan yang dikerjakan Habib Bahar:

1. Berasalan Latihan Bela Diri

Habib Bahar bin Smith disangka lakukan penganiayaan pada dua remaja MKU (17) serta CAJ (18). Habib Bahar lakukan pembelaan peristiwa itu menjadi latihan bela diri.

“Pengakuannya latihan bela diri,” kata Direktur Reserse Kriminil Umum Polda Jawa Barat Kombes Iksantyo Bagus.

Walau menghindar, polisi dalam lakukan penyelidikan telah kantongi bukti-bukti kuat berkaitan masalah penganiayaan yang dikerjakan Habib Bahar.

2. Dianiaya serta Digunduli

Dalam penyelidikan tersingkap, penganiayaan dikerjakan sebab Habib Bahar tidak terima ada dua ABG yang mengakui menjadi dianya. Kepala Polda Jawa Barat Irjen Pol Agung Budi Maryoto menjelaskan, CAJ ialah korban yang mengakui menjadi Bahar, sebab mempunyai rambut panjang pirang. Sesaat MKU ialah temannya memberi dukungan peranan CAJ.

CAJ mengakui menjadi Bahar bin Smith pada panitia satu acara yang diadakan di Seminyak Bali akhir November 2018. Tidak terima dengan kelakukan dua remaja itu, Habib Bahar serta orang suruhannya langsung menganiaya dua remaja itu sampai alami luka dibagian muka. Tidak sampai disana, korban juga digunduli oleh beberapa terduga serta diminta untuk berkelahi. “Sampai disana dianiaya. Sesudah dianiaya lalu korban diminta berkelahi. Lalu dianiaya kembali sampai malam. Mereka (korban) dijemput siang, lantas dipulangkan malam,” kata Kepala Polda Jawa Barat Irjen Pol Agung Budi Maryoto.

3. Ubah Nama Account Alat Sosial

Sesudah Video penganiayaan pada dua remaja jadi viral, Habib Bahar menghilangkan jejak digital dengan merubah namanya jadi Rizal. Sekarang ini pihak penyidik masih tetap memahami usaha melarikan diri dengan ganti nama account alat sosialnya.

“Sesudah tahu video penganiayaan itu viral, itu yang berkaitan sudah sempat ganti account. Serta akun-akun BS (Bahar Smith) itu ditukar jadi RZ. Semua account alat sosialnya, kelak akan disibak di pengadilan,” kata Kepala Biro Penerangan Penduduk Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo.

4. Diputuskan Terduga serta Ditahan

Polda Jawa barat dengan sah lakukan penahanan pada Habib Bahar bin Smith berkaitan masalah pendapat penganiayaan. Hal tersebut dikerjakan berdasar pada alat bukti yang dipunyai penyidik.

Tidak hanya Bahar, polisi ikut mengambil keputusan lima orang yang lain menjadi terduga dengan masalah yang sama. Yaitu Yakni Agil Yahya alias Habib Agil, M Abd Basit Iskandar, Habib Hamdi, Habib Husen Alatas, serta Sogih. Atas Tindakan itu disangka bertentangan dengan Masalah 170 KUHP serta atau 351 KUHP serta atau Masalah 80 Undang-undang Tahun 35 Tahun 2014 mengenai Pergantian atas Undang-undang Nomer 23 Tahun 2002 mengenai Perlindungan Anak.

5. Aktor Intelektual Penganiayaan Anak

Polisi miliki fakta kuat lakukan penahanan pada pendiri Majelis Pembela Rasulullah, Bahar bin Smith. Menurut Polisi, Bahar ditahan sebab peranannya dalam masalah penganiayaan. Ditambah lagi korbannya ialah anak-anak.

Tidak hanya menjadi dalang, Bahar ikut ikut serta langsung dalam penganiayaan itu. Ia menyatakan, Bahar dipakai masalah berlapis yang intimidasi hukumannya diatas lima tahun penjara.

“Sebab ia aktor intelektual di momen itu. Serta korban ia ini anak-anak loh,” tutur Kepala Biro Penerangan Penduduk Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo.