Pihak BMKG Mengirim Tim Untuk Mencari Penyebab Tsunami Selat Sunda

Pihak BMKG Mengirim Tim Untuk Mencari Penyebab Tsunami Selat Sunda

rjpkr88newsflash – Ketua Bidang Mitigasi Gempa Bumi serta Tsunami Tubuh Meteorologi Klimatologi serta Geofisika (BMKG), Tiar Prasetya menjelaskan, pihaknya sudah kirim team untuk mempelajari penyebab tsunami Selat Sunda.

“Team kita telah kesana, ke Lampung. Itu fungsinya survey kesana. Lampung telah serta (team) Tangerang,” tuturnya di kantornya, Minggu (23/12).

Sekarang ini, ia menjelaskan, pendapat pemicu tsunami di Selat Sunda yang tidak dengan diawali gempa karena terdapatnya longsoran di Gunung Anak Krakatau barusan. Hingga, pihaknya ingin pastikan benar.

“tahap selanjutnya riset selanjutnya untuk lihat Anak Krakatau dengan visual serta sonar. Apa longsoran itu mengakibatkan tsunami? Jika hanya tsunami saja tidak besar, tetapi sebab gelombang tinggi serta tsunami. Debatable memang, tetapi itu yang sangat make sense,” katanya.

Diluar itu, tiar menuturkan, tanda-tanda alam ini memang unik. Karena itu, sampai saat ini masih tetap berbentuk pendapat.

“Masalah tempo hari benar-benar sangat unik, gelombang tinggi lalu disangka longsoran, mentrigrer tsunami serta lebih kuat dorongannya,” ujarnya.

Jumlahnya korban serta rusaknya karena tsunami yang menerjang lokasi pantai di Selat Sunda selalu makin bertambah. Data sesaat yang dikumpulkan posko Tubuh Nasional Penanggulangan Musibah (BNPB) sampai Minggu (23/12) jam 16.00 WIB, terdaftar 222 orang wafat.

“222 Orang wafat, 843 orang luka-luka serta 28 orang hilang,” kata Kepala Pusat Data Info serta Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam info tercatat yang di terima.

Sutopo mengemukakan, rusaknya material karena tsunami mencakup 556 unit rumah rusak, 9 unit hotel rusak berat, 60 warung kuliner rusak, 350 kapal serta perahu rusak.

Ia menuturkan, tidak ada korban tsunami yang disebut masyarakat negara asing. Semua masyarakat Indonesia. Korban serta rusaknya ini mencakup di 4 kabupaten terdampak yakni di Kabupaten Pandeglang, Serang, Lampung Selatan serta Tanggamus.

“Jumlahnya ini diprediksikan masih tetap selalu makin bertambah sebab belumlah semua korban sukses dievakuasi, belumlah semua puskesmas memberikan laporan korban, serta belumlah semua tempat bisa didata keseluruhnya. Keadaan ini mengakibatkan data akan beralih,” kata Sutopo.