PKPI Menilai Prabowo Subianto Masih Tak Paham Soal Unicorn

PKPI Menilai Prabowo Subianto Masih Tak Paham Soal Unicorn

rjpkr88newsflash – Partai Keadilan serta Persatuan Indonesia (PKPI) memandang debat calon presiden ke-2 diungguli oleh Joko Widodo (Jokowi). PKPI memandang materi debat Jokowi lebih jelas, sesaat calon presiden nomer urut 02 Prabowo Subianto dipandang tidak memahami masalah unicorn.

“Tentang intisari unicorn, calon presiden Prabowo butuh belajar tentang trend dunia yang makin beralih mengarah digital, baik IoT, ekonomi digital, AI, ataupun robotic. Ketidaktahuan Prabowo dalam rumor unicorn serta bahkan juga mempunyai sikap sinis pada ekonomi digital ini tunjukkan ketidakmampuan Prabowo dalam melawan pergantian paradigma dunia. Jokowi memahami jika sudah serta akan terus berlangsung pergantian paradigma industri dengan revolusioner, serta selalu lakukan ambil daya inovatif dari industri digital dengan beberapa kebijaksanaan serta visi visinya,” kata Ketua umum PKPI Diaz Hendropriyono dalam info tertulisnya, Senin (18/2/2019).

Selanjutnya, Diaz pun menyoroti perbincangan pada Jokowi versus Prabowo masalah industri revolusi 4.0. Ia memandang apakah yang dikatakan Prabowo tidak menyambung, hingga dibelokkan ke import pangan serta kesejahteraan petani.

“Tampak jika Prabowo tidak memahami tentang Revolusi Industri 4.0. Jokowi memberi peta jalan yang begitu jelas, bahkan juga menghubungkan pada tehnologi dengan akses pendanaan dan pelebaran akses customer buat beberapa petani. Kompleksitas persoalan Revolusi Industri 4.0 dijawab oleh Jokowi dengan lugas serta tegas,” katanya.

Closing pernyataan Prabowo pun dia anggap seperti tengah punya mimpi serta tunjukkan ketidaksiapnya Prabowo berkaitan jalan keluar yang cuma dikatakan diakhir acara. Diaz menjelaskan, perebutan tempat Tanah Prabowo yang disinggung Jokowi tunjukkan oligarksi masih tetap kuat di Tanah Air.

“Kok justru nawarin tanah? Ingin jadi presiden apakah makelar tanah? Perebutan tanah dengan masif yang dipunyai oleh Prabowo itu tunjukkan jika memang oligarki masih tetap begitu kuat di Indonesia. Presiden Jokowi tawarkan jalan keluar dengan lakukan reforma agraria dengan mendalam dengan lakukan perhutanan sosial serta pembagian sertifikat tanah dengan adil pada publik, bukan kembali pada korporasi besar hanya,” kata Diaz.

“Pada umumnya, Prabowo tampak tidak siap dalam debat kesempatan ini, serta condong mudah menyerah dengan tidak manfaatkan waktu yang dikasihkan serta semakin banyak memberi dukungan kebijaksanaan pemerintah. Diluar itu banyak pemikirannya yang nyatanya telah dikerjakan oleh pemerintah, seperti pembentukan BUMN bagian perikanan,” lanjut ia.