Prabowo Subianto Beberkan strategi Jika menang Pilpres 2019

Prabowo Subianto Beberkan strategi Jika menang Pilpres 2019

rjpkr88newsflash – Calon Presiden nomer urut 02, Prabowo Subianto mengemukakan pidato kebangsaannya di JCC Senayan, Jakarta, Senin (14/1/2019) malam. Pada pidatonya, Prabowo memaparkan taktik yang akan dikerjakannya saat menang Pemilihan presiden 2019.

“Kami akan lakukan reorientasi pembangunan serta pengendalian negara. Reorientasi untuk merubah arah bangsa, dari arah yang tidak benar, mengarah yang benar. Serta pengendalian RI dibutuhkan,” kata Prabowo, Jakarta, Senin.

Menurutnya, reorientasi serta pengendalian negara ini ditranslate jadi lima taktik. Ia memandang lima taktik ini bisa membuat bangsa Indonesia jadi negara yang kuat.

Taktik pertama, swasembada pangan. Ia menjelaskan, Indonesia mesti dapat mengendalikan swasembada pangan, hingga rakyat dapat menghasilkan pangannya sendiri.

“Kita mesti dapat untuk mengendalikan hingga rakyat kita dapat produksi pangannya sendiri dapat makan dengan baik di semua nusantara. Tidak bisa ada yang kelaparan di Republik Indonesia yang kita sayangi ini,” papar Prabowo.

Ke-2, menggenjot swasembada daya atau bahan bakar. Indonesia, lanjut ia, mesti mendatangkan swasembada daya. Lebih, “Pemerintah sendiri sudah memprediksai sesaat kembali kita akan import bila tidak ada aksi mencegah sedini mungkin.”

Ke-3, swasembada air bersih. Prabowo mencuplik data Perhimpunan Bangsa-Bangsa (PBB) yang meramalkan Bumi akan krisis air pada 2025.

“Di nusantara saja juga alami kesusahan air bersih. Di Sragen, 1 jam dari Solo, rakyat kesusahan air. Saya katakan, tidak perlu kirim kaos, baliho, tolong kirim tanki-tanki air,” kata Prabowo.

Ke empat, Prabowo-Sandi ingin wujudkan lembaga-lembaga pemerintahan yang kuat. Ini untuk hindari kekuatan korupsi yang dikerjakan penyelenggara negara.

“Perlu instansi pemerintahan yang kuat, yang bersih, yang memiliki integritas. Kita butuh hakim yang unggul serta jujur. Kita butuh jaksa-jaksa yang unggul serta jujur. Polisi unggul serta jujur. Kita butuh intelijen yang unggul serta setia pada bangsa serta rakyat,” katanya.

“Intelijen itu intelin musuh negara, janganlah intelin bekas Presiden RI, janganlah intelin bekas Ketua MPR RI, janganlah intelin anak proklamator kita, janganlah intelin bekas Panglima TNI, janganlah intelin ulama-ulama besar kita. Jika ingin intelin bekas Pangkostrad tidak apa-apa,” lanjut Prabowo.

Taktik ke lima, Prabowo-Sandi akan wujudkan angkatan perang yang unggul.

“Negara yang kuat perlu angkatan perang yang unggul. Kuat serta setia pada bangsa rakyat. Bukan untuk gagah-gagahan,” kata Prabowo.