Puluhan Artis Terlibat Prostitusi Online dalam Kendali Muncikari

Puluhan Artis Terlibat Prostitusi Online dalam Kendali Muncikari

rjpkr88newsflash – Artis berinisial VA serta AS disangka tidak sendirian di jagad prostitusi online Tanah Air. Kapolda Jawa Timur Irjen Luki Hermawan mengutarakan keseluruhan ada 45 artis serta beberapa ratus mode yang ikut serta prostitusi dalam jaringan serta dikontrol muncikari berinisial ES serta TN.

“Tidak cuma dua, tetapi ada 45, semua pelaku artis yang ikut serta langsung dibawah kendali dua mucikari ini dengan pekerjaannya semasing,” kata Luki, waktu mengadakan pertemuan wartawan di Mapolda Jawa timur, di Surabaya, Senin (7/1/2019).

Ia menuturkan, berdasar pada hasil penyidikan, muncikari ES fokusnya ‘memasarkan’ artis buat pria hidung belang. Sesaat, mucikari TN lebih konsentrasi mempromokan beberapa ratus mode yang dibawahinya.

“Model-model itu terbagi dalam mode majalah dewasa sampai mode iklan,” kata Luki.

Berkaitan beberapa nama artis serta mode yang ikut serta, ia malas mengungkapkannya. Yang tentu, pihaknya telah mempunyai foto-foto, beberapa nama, serta bukti transaksi dari beberapa artis serta mode yang ikut serta prostitusi online itu.

“Kita telah miliki foto-fotonya, telah miliki nama-namanya, telah ada beberapa transaksinya,” kata Luki.

Sedang untuk tarif yang dipakai pada beberapa artis serta mode ini beragam bergantung tingkat kepopuleran artis itu. Luki menyebutkan, usaha ini mempunyai jaringan yang lumayan besar.

“Ada yang Rp 100 juta, ada yang Rp 80 juta, Rp 50 juta, serta yang sangat kecil Rp 2 juta,” tuturnya juga.

Berdasar pada info, usaha prostitusi online yang menyertakan beberapa artis serta mode ini sudah berjalan saat kira-kira dua tahun paling akhir atau semenjak tahun 2017 kemarin.

“Semua kota, bergantung sesuai dengan pemesanannya, bahkan juga di luar negeri pun,” katanya kembali.

Selain itu, Kabid Humas Polda Jawa timur Kombes Pol Frans Barung Mangera menjelaskan, terduga TN telah lumayan lama menjalankan usaha prostitusi online. Wanita binaannya umumnya kelompok artis, mode, serta selebgram yang tinggal di Jakarta.

“Keuntungan terduga 30 % dari tarif layanan seksual pemberi layanan,” tuturnya di Mapolda Jawa timur, Surabaya, Senin (7/1/2019).

Barung mengutarakan, saat satu bulan memonitor pekerjaan terduga TN serta ES serta mengendus terdapatnya transaksi prostitusi online dengan dua artis VA serta AS dengan tempat di salah satunya hotel di Surabaya. Pada transaksi itu disetujui tarif VA Rp 80 juta serta AS Rp 25 juta sekali kencan.

Lalu TN terima transfer uang 30 % dari nilai keseluruhan persetujuan dari seseorang konsumen setia menjadi sinyal jadi. Uang itu masuk ke rekening terduga TN. Mengenai bekasnya disetujui saat dua artis ada di hotel arah.

Setelah itu muncikari yang lain, yaitu ES mengantarkan VA serta saksi AH ke arah ke satu hotel di lokasi Jalan HR Muhammad. Waktu itu, VA digerebek bersama dengan pasangan prianya dalam suatu kamar hotel seputar jam 13.00 WIB, Sabtu 5 Januari 2019.

Sesudah mengamankan VA, lalu polisi berjalan serta mengamankan AS di pintu Tol Waru, Kabupaten Sidoarjo, sekira jam 14.30 WIB.

Mereka semua lalu dibawa ke Mapolda Jawa timur serta datang sekira jam 15.15 WIB. Terduga TN ditangkap di Jakarta sekira jam 18.00 WIB. Ia datang di Polda empat jam lalu.

Digerebek di Kamar Hotel

Artis berinisial VA serta AF pasti tidak menduga nasibnya akan cepat beralih. Bila sebelumbya dipuji menjadi artis yang sering wara-wiri di monitor kaca, nasib kedua-duanya jatuh ke titik nadir sesudah polisi tangkap kedua-duanya pada Sabtu siang minggu lantas dalam suatu hotel di Surabaya, Jawa Timur.

Penggerebekan kedua-duanya berjalan di salah satunya hotel di Surabaya pada Sabtu 5 Januari 2019 seputar jam 12.30 WIB. Saat digelandang ke Mapolda Jawa timur, VA menggunakan pakaian bewarna ungu dengan rambut yang diwarna dikit pirang dan muka yang ditutup dengan bantal kecil.

Wadirreskrimsus Polda Jawa timur AKBP Arman Asmara Syarifuddin mengutarakan, dua artis VA serta AF ditangkap di dua kamar Hotel di Surabaya. Mereka tampak tengah melayani pelanggannya.

“Berlainan kamarnya, di salah satunya hotel di Surabaya tengah terkait tubuh. Ini masih tetap proses penyelidikan,” papar Arman.

Ia menjelaskan, dalam penyidikan oleh anggota Subdit Cyber Ditreskrimsus, tarif yang di terima ke-2 artis berlainan. Satu artis tarifnya Rp 80 juta, sedang satunya Rp 25 juta.

“Ini telah kami penyidikan sebulan, artis bolak-balik Jakarta-Surabaya,” kata Arman.

Arman pun menyebutkan jika yang digelandang ke Polda Jawa timur ada 6 orang.

“Ya barusan kami on the spot (TKP) mengamankan empat orang saksi, dua artis, dua manajemen, satu terduga yang disangka melakukan transaksi elektronik prostitisi,” kata Arman.

Arman menyatakan, masalah ini dapat dibongkar berawal dari info penduduk jika ada pekerjaan transaksi prostitusi di lokasi hukum Polda Jawa timur. Transaksi prostitusi itu dikerjakan dua orang.

“Sesudah itu, lakukan penyidikan lewat sosial media,” tutur Arman.

Diluar itu, Polda Jawa timur pun mengambil alih beberapa tanda bukti berkaitan masalah pendapat prostitusi online yang menyertakan artis VA. Tanda bukti itu berbentuk celana dalam warna ungu, satu kotak kondom, sprei warna putih, dan iPhone X warna silver punya artis VA.

Dalam masalah ini, Polda Jawa timur telah mengambil keputusan dua terduga yaitu ES serta TN. Peranan ES ialah menjadi muncikari artis VA, yang tawarkan prostitusi artis atau selebgram lewat sosial media WhatsApp dengan tarif Rp 25 juta sampai Rp 80 juta.

“Tarif variasi bergantung kecantikan serta ketenaran artis. Pemakai mesti membayar DP 30 % menjadi sinyal jadi, untuk pelunasan sesudah artis datang di bandara kota arah yang pembayarannya lewat transfer,” papar Direskrimsus Polda Jawa timur Kombes Pol Ahmad Yusep Gunawan.

Selain itu, AS yang disangka salah satunya artis yang ikut serta masalah prostitusi online bersama dengan artis VA mengakui bersalah serta mohon maaf atas kekhilafannya.

Ia mengatakan itu waktu keluar dari ruangan penyidik Subdit V Siber Direktorat Reserse Kriminil Spesial (Ditreskrimsus) Polda Jawa timur seputar jam 17.30 WIB, Minggu 6 Januari 2019. Mode majalah pria dewasa itu awal mulanya melakukan kontrol saat 1X24 jam menjadi saksi atas masalah yang menjeratnya.

Waktu keluar dari ruangan penyidik, AS tampak kenakan minidress ketat dipadukan dengan jaket warna gelap. Tidak seperti artis VA yang terlihat tenang, muka wanita yang sering berfoto seksi di Instagram ini tampak muram.

“Saya meminta maaf sebab membuat kekeliruan serta kekhilafan. Terutamanya pada Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Jawa timur atas tindakan saya yang tidak pantas dicontoh,” tutur AS yang menangis tersedu-sedu.

Sang Entrepreneur Pemesan Artis

Figur pemesan artis yang ikut serta dalam prostitusi online di Surabaya, Jawa Timur, mulai dikit terkuak. AKBP Harissandi Kasubdit V Cyber Crime mengatakan, penyewa service prostitusi online yang menyertakan satu artis FTV ialah entrepreneur asal Surabaya berinisial R. Entrepreneur ini didapati mempunyai tambang di lokasi Lumajang.

Akan tetapi, ia malas memaparkan dengan detil jati diri pria itu. Ia cuma menyatakan, jika yang berkaitan telah dicheck oleh polisi serta statusnya masih tetap menjadi saksi.

“Ya benar, inisialnya R. Entrepreneur, tambangnya di Lumajang. Telah kelak selengkapnya dapat ditanyakan ke Kapolda,” kata Harissandi, Senin (7/1/2019).

Harissandi mengatakan, pemakai layanan VA rata-rata dari kelompok entrepreneur. Serta artis VA melayani pelanggannya itu di Surabaya ialah untuk pertama kali.

“Untuk yang di Surabaya, VA pertama-tama, pelanggannya rata-rata entrepreneur untuk petinggi sepertinya tidak ada,” katanya.

Selain itu, Kombes Pol Frans Barung Mangera Kabid Humas Polda Jawa timur menjelaskan, penyewa prostitusi online tidak dapat dijaring hukum. Ini karena, belumlah ada peraturan yang mengendalikan serta hukum cuma dapat menangkap mucikari saja.

Akan tetapi, katanya, ada banyak hal yang dapat membuat penyewa diputuskan menjadi terduga. Jika, penyewa itu dapat dibuktikan turut tawarkan PSK ke orang yang lain. Bahkan juga, pun terima bayaran dari usaha pemesanan prostitusi online yang dipesannya untuk orang yang lain.

“Terkecuali, jika nyatanya penyewa atau konsumen setia itu memakai layanan prostitusi ini untuk seorang kembali. Jika bertanya selengkapnya penyewa, saya tidak dapat menjawab. Polisi tidak akan buka aib seorang,” kata Barung.

Akan tetapi, polisi disuruh tidak diskriminatif dalam mengatasi masalah prostitusi online yang menyertakan artis VA serta AS. Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane bingung kenapa entrepreneur pengguna layanan aktris FTV itu tidak turut dipertunjukkan.

Di memandang, si pengguna layanan VA seolah dilindungi polisi sebab tidak diungkap seperti sang aktris.

“Sikap diskriminasi polisi dalam masalah VA begitu mencolok serta polisi lebih memihak pada lelaki pengguna VA, semestinya polisi pun tampilkan si lelaki serta bukan sekedar menyudutkan VA,” kata Neta, Senin (7/1/2019).

Karenanya ia mengharap polisi selekasnya mengungkapkan pengguna layanan VA.

“Bila tidak publik akan berprasangka buruk, ada apakah polisi dengan si penyewa, mengapa si penyewa demikian diistimewakan polisi serta demikian gampangnya polisi membuat malu VA ke publik,” tegas Neta.

lok dan polisi lebih berpihak pada lelaki pemakai VA, seharusnya polisi juga menampilkan si lelaki dan tidak hanya memojokkan VA,” kata Neta, Senin (7/1/2019).

Karena itu dia berharap polisi segera mengekspos pemakai jasa VA.

“Jika tidak publik akan curiga, ada apa polisi dengan si penyewa, kenapa si penyewa begitu diistimewakan polisi dan begitu mudahnya polisi mempermalukan VA ke publik,” tegas Neta.