Puluhan Narapidana Kabur dari Penjara di Aceh

Puluhan Narapidana Kabur dari Penjara di Aceh Bawa Senjata Tajam dan Rampok Warga

rjpkr88newsflash – Puluhan narapidana kabur dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Lambaro, Aceh Besar melarikan diri, sesudah menjebol pagar ornamesh baja serta jendela teralis lapas. Momen itu berlangsung pada Kamis, 29 November 2018, sore.

Kakanwil Kemenkum HAM Aceh, Agus Toyib mengutarakan, pihaknya masih tetap mendata jumlahnya beberapa narapidana yang kabur. Akan tetapi, laporan sesaat, narapidana yang kabur diprediksikan sekitar 50 orang.

“Iya benar. Seputar maghrib. Menurut laporan yang saya terima, pagar ornamesh jebol dengan memakai besi atau linggis. Lantas masuk ke ruang kantor menjebol jendela kantor yang berteralis,” papar Agus.

Jumlahnya keseluruhnya narapidana yang menempati Lapas Lambaro ialah 726 orang. Sesudah apel saat insiden, narapidana tersisa tinggal 613. Pada beberapa video yang tersebar luas, beberapa narapidana yang kabur itu ada yang membawa senjata tajam (sajam). Beberapa puluh narapidana tampak berlarian melalui satu area persawahan.

Menurut informasi tersebar, ada seseorang masyarakat sudah sempat diancam dengan memakai celurit serta minta korban menyerahkan sepeda motor kepunyaannya.

Sipir Sejumlah 7 Orang

Waktu momen itu berlangsung, ada tujuh sipir yang berjaga di lapas. “Ada tujuh orang (sipir),” tutur Kabag Humas Ditjen PAS Kemenkumham Adek Kusmanto. Walau sebenarnya, lapas itu ditempati oleh 727 narapidana serta tahanan. Oleh karenanya, gampang buat narapidana untuk kabur.

Ia menjelaskan, beberapa narapidana yang kabur ini manfaatkan waktu melaksanakan ibadah untuk melarikan diri. Mereka menyerang petugas serta mengakibatkan kerusakan beberapa sarana lapas.

“Diantara mereka ada yang benar-benar kemauan melaksanakan ibadah ada yang manfaatkan peristiwa itu memprovokasi yang lain untuk ajak melarikan diri dengan mengakibatkan kerusakan pintu dengan alat barbel serta alat-alat berolahraga yang lain,” tutur Adek.

Dinginkan Situasi

Deretan Direktorat Jenderal Permasyarakatan (Dirjen PAS) Kemenkumham tengah berusaha mendinginkan keadaan. Mereka dibantu kepolisian serta TNI berjaga supaya narapidana yang lain tidak turut melarikan diri.

“Kami dibantu pihak kepolisian Polda Aceh, Polres Aceh Besar serta TNI mengamankan Lapas Banda Aceh supaya tidak berlangsung pelarian susulan, perusakan, tidak ada korban jiwa serta kerusuhan. Fokusnya itu dahulu,” Kabag Humas Ditjen PAS Kemenkumham Adek Kusmanto.

Direktur Jenderal Permasyarakatan (Dirjen PAS) Kemenkumham Sri Puguh Budi Utami menjelaskan, ada 113 narapidana yang kabur Kamis sore barusan. Mereka kabur dengan menjebol pagar ornamesh baja serta jendela teralis lapas.

Narapidana Kabur di Aceh Siramkan Air Cabai ke Sipir

Puluhan Narapidana Kabur dari Penjara di Aceh
Puluhan Narapidana Kabur dari Penjara di Aceh

“Sama dengan syariah Islam di Aceh yang begitu kental dengan pertimbangan serta penilaian petugas pada masyarakat binaan yang dipandang baik, jadi petugas lapas memberi peluang mereka untuk menunaikan salat magrib berjamaah di masjid,” kata Sri Puguh.

Akan tetapi, peluang itu nyatanya disalahgunakan oleh napi-napi itu. Ia menyebutkan, narapidana yang kabur ini telah membuat usaha melarikan diri itu.

“Waktu masyarakat binaan salat, Kepala Kesatuan Pengamanan Instansi Pemasyarakatan (KPLP), Kasi Kamtib ada di Pos Komando, lihat 3 orang masyarakat binaan menggedor-gedor pagar ornamesh memakai barbel,

Kepala KPLP lalu mendekat serta coba menyapa narapidana yang coba kabur itu. Akan tetapi tidak digubris. Bahkan juga mereka lakukan perlawanan.

“Ka KPLP lalu melempar dengan bongkahan batu, mereka makin menantang serta menyiram/melemparkan Ka KPLP dengan air yang kelihatannya air cabai. Ka KPLP dengan keadaan mata perih, lari ke P2U,” papar Sri Puguh.

Jebol Jendela Kantor

Menurutnya, beberapa narapidana selalu menyerobot serta menggerakkan masuk. Mereka berupaya keluar lewat gedung perkantoran yang dahulu sempat dibakar.

“Mereka menjebol jendela yang diteralis serta mereka melarikan diri lewat jendela,” tutur Sri Puguh.