Sekjen PAN Eddy Soeparno Meminta KPU Menjadi Wasit yang Adil

Sekjen PAN Eddy Soeparno Meminta KPU Menjadi Wasit yang Adil

rjpkr88newsflash – Sekjen PAN Eddy Soeparno sampai sekarang ini mengakui belumlah tahu fakta kenapa KPU menampik revisi visi misi Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Eddy minta KPU jadi wasit yang adil.

Eddy awalannya menjelaskan, bila memang revisi visi misi miliki batasan waktu, semestinya KPU menginformasikannya pada Tubuh Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi. Menurut Eddy, boleh-boleh saja BPN kirim revisi visi misi ke KPU karena menurut dia pihaknya tidak dikasih tahu tentang batasan waktu.

“Jika ada batas waktu yang dilanggar, ya pasti kami akan hormati. Tapi selama kami belumlah tahu jika ada batas waktu mengemukakan pergantian visi misi, pasti masih tetap dapat kami berikan,” tutur Eddy di Jalan Daksa I, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (11/1/2019).

Eddy menanyakan kenapa menurut dia ada penetapan buat BPN untuk mengemukakan pergantian visi misi Prabowo-Sandi. Menurutnya, visi misi masih tetap bisa direvisi.

“Kan masih tetap bisa direvisi, masih tetap bisa dikerjakan perubahan-perubahan ya. Balik lagi, jika memang benar ada batas waktu untuk mengemukakan perubahan-perubahan itu, tolong kami berikan. Jika nyatanya kami telah melebihi batas saat itu ya kami dapat mengerti,” tuturnya.

Eddy lantas menyentuh dokumen revisi visi misi Prabowo-Sandi yang sudah sempat tampil di web KPU sebelum di-take down. Di sinilah Eddy minta KPU jadi wasit yang adil.

“Ya itu yang ingin kami kenali ya, KPU menjadi penyelenggara pemilu sebenarnya menurut kami mesti jadi wasit yang fair, juru penyelenggara yang fair, memberi peluang yang sama serta sama, adil pada semua pihak,” kata Eddy.

“Serta saya duga KPU ini banyak memperoleh kritikan dari publik ya, dari pengamat, dari beberapa orang politik yang bijak. Menurut saya, jangan pernah kita ini berdebat selalu mengenai tata langkah KPU itu menyelanggarakan acara pemilihan presiden serta selanjutnya KPU yang sekarang ini kelak terdaftar dalam riwayat menjadi KPU yang mengadakan pemilihan presiden yang sekurang-kurangnya baik di riwayat masa reformasi kita,” ucap ia memberikan.

Eddy lalu menyentuh masalah kisi-kisi debat calon presiden yang dikasihkan KPU. Ia melihat bocoran debat calon presiden dari KPU kurang pas.

“Mengenai penyelenggara contohnya debat yang saat ini telah diindikasikan jika pertanyaan akan diberikan, kisi-kisinya ya saya fikir, kita kan telah miliki format debat yang relatif baku ya saat beberapa pemilihan presiden waktu lalu ya. Mengapa itu bukan saja jadikan referensi? Itu nyatanya sukses baik. Kita memperoleh presiden yang baik kok dari format debat yang itu, mengapa mesti ada pergantian?” katanya.

“Kalau ada pergantian, kita bikinlah pergantian lebih baik begitu, janganlah malah kita memperoleh pergantian yang membawa kemunduran buat proses demokrasi dalam pemilihan presiden. Jika menurut irit kami ya malah beberapa pasangan calon itu mesti lengkapi diri mereka ya dengan pandangan yang seluas-luasnya serta sejujur-jujurnya mengenai apakah yang mereka pandang terunggul buat bangsa ini. Janganlah malah kelak memperoleh input, menyiapkan diri untuk perihal suatu yang memang diinginkan jawabannya. Tapi jika memang diprediksi satu debat yang berkualitas, berkualitas, saya duga dibebaskan saja dari pemberian kisi-kisi terlebih dulu,” tegas Eddy.

KPU memaparkan fakta menampik revisi visi misi Prabowo-Sandi. Ketua KPU Arief Budiman menyebutkan visi misi adalah salah satunya berkas pendaftaran capres-cawapres.

“KPU cuma terima semua dokumen pendaftaran pada saat pendaftaran. Nah, dokumen pendaftaran itu diantaranya ialah dokumen visi-misi,” kata Arief.