Striker AS Roma Dikritik karena Kalah di Kandang Juventus

Striker AS Roma Dikritik karena Kalah di Kandang Juventus

rjpkr88newsflash – Pelatih AS Roma Eusebio Di Francesco mengkritik tampilan striker Patrik Schick yang kurang menggigit waktu melawan Juventus dalam kelanjutan Liga Italia. Roma kalah 0-1 dari Juventus 0-1 di Allianz Fase, Minggu (23/12/2018) pagi hari WIB.

Gol tunggal Juventus ke gawang Roma diciptakan oleh Mario Mandzukic di set pertama. Hasil itu memaksa Roma pulang dengan tangan kosong.

Kekalahan ini membuat Giallorossi makin terjatuh di rangking 10 klassemen. Hasil ini sekaligus juga membuat Roma tetap tidak berhasil mencetak kemenangan dalam lima pertandingan tandang paling akhir di Liga Italia. Kemenangan terakhirterjadi markas Empoli, Oktober kemarin.

Sesaat buat Juventus, hasil ini makin mengokohkan tempatnya di puncak klassemen dengan 49 point. Tidak cuma itu, club berjuluk Si Nyonya Tua ini pula belumlah tersentuh kekalahan.

Kurang Tajam

Salah satunya pos yang mendapatkan sorotan dari Di Francesco ialah posisi depan. Eks pemain I Lupi itu memandang Schick yang dipasang saat 90 menit penuh tidak berhasil memberi intimidasi buat pertahanan tuan-rumah.

“Kami semua menginginkan lebih. Tidak muda baginya [Schick] ini hari, tetapi kami mengharap ia membuat semakin banyak tembakan yang pas tujuan. Dalam beberapa keadaan ia harusnya dapat menyerang lebih baik,” tutur Di Francesco pada DAZN.

“Kami melakukan beberapa kali serangan bagus dan cuma kurang di penyelesaian akhir. Ketidaksamaan pada kami serta mereka ialah Juventus membuat tembakan pas tujuan. Saya masih suka dengan reaksi yang kami perlihatkan,” imbuhnya.

Pelajaran Bernilai

Selanjutnya, Di Francesco masih memandang jika timnya dapat ambil pelajaran bernilai dari kekalahan di kandang Juventus yang disebut team puncak klassemen.

“Perihal positif yang kami mengambil dari pertandingan ini ialah sikap serta keinginan untuk berduel satu lawan satu di tiap-tiap jengkal lapangan,” papar Di Francesco.

“Kami cuma tidak dapat manfaatkan peluang yang kami bisa, tetapi membuat Juventus bertahan di daerah mereka sendiri bukan prestasi yang bermakna. Sayangnya, kami kurang pengalaman untuk manfaatkan kesempatan,” pungkasnya.