TKN Mempertanyakan Data yang Digunakan Amien Rais

TKN Mempertanyakan Data yang Digunakan Amien Rais

rjpkr88newsflash – Amien Rais membedah soal politik uang serta menuding tim Joko Widodo-Ma’ruf Amin bagi-bagi sembako sampai ke tingkat desa. Team Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf menanyakan data yang digunakan Amien Rais.

“Dari tempat mana data itu? Saya duga tidak benar. Pak Amien Rais biarlah, janganlah menyebar fitnah. Jika memang team kami bertindak itu, jadi silahkan laporkan pada pihak yang berkuasa, silakan laporkan pada Bawaslu, atau siapa saja,” kata jubir TKN Ace Hasan Syadzily di Millennium Hotel, Tanahabang, Jakarta Pusat, Rabu (13/3/2019).

“Kan Pak Amien Rais itu kan bekas guru besar pengetahuan politik tahu bagaimana proses yang perlu dilewati jika diketemukan kecurangan-kecurangan dari penyelenggara pemilu ini. Tidak sekedar hanya menyebar fitnah semacam itu,” paparnya.

Ace minta Amien memberikan laporan pada penyelenggara pemilu bila ada penemuan masalah bagi-bagi sembako sesuai dengan proses undang-undang. Dia juga menanyakan kenapa sebelum gelaran pemilu diawali, Amien yang Ketua Dewan Pengarah BPN ini, telah bicara masalah kecurangan.

“Ini tunjukkan jika memang Pak Amien Rais ingin lakukan delegitimasi pada pemilu, bahkan juga memakai beberapa kata yang menurut saya begitu tidak patut, yakni ‘geruduk’. Itu kan berarti sama juga dengan ingin lakukan kekerasan di kerangka pemilu. Walau sebenarnya pemilu ini arena untuk lakukan usaha pilih pemimpin yang terunggul lewat TPS-TPS, bukan geruduk-geruduk,” papar Ace.

Awal mulanya, Amien menyentuh politik uang yang masuk dari kecamatan sampai kelurahan. Akan tetapi, menurut dia, politik uang yang sangat beresiko ialah saat telah menyentuh pimpinan negara tertinggi.

“Tetapi jika yang terkena itu pucuknya negara, ini ialah sinyal dari satu kiamat kecil, kiamat bangsa berkaitan,” kata ucap Amien waktu bicara di Sekretariat Nasional (Seknas) Prabowo-Sandiaga, Jalan HOS Cokroaminoto, Jakarta Pusat, Selasa (12/3).

Amien, yang Ketua Dewan Pengarah Tubuh Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, lalu menyentuh calon presiden petahana Joko Widodo (Jokowi) serta bekas Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Amien menjelaskan kemenangan Jokowi di Pemilihan presiden 2014 sebab kampanyenya didanai pengembang.

“Kita masih tetap ingat saat Ahok dalam briefing dengan Pemda Jakarta saat itu, saat ini masih tetap berada di YouTube, ia jelaskan ‘Eh saya kasih tahu ya, kamu tidak tahu toh, Pak Jokowi itu menang presiden sebab pengembang.’ Jadi pengembang ini yang membayari kemenangan Pak Kowi ini, Pak Kowi,” kata Amien.

“Jadi jika orang Indonesia, jika Pak Soeharto, Pak Harto, Pak Sutarno, Pak Tarno, jika Jokowi, Pak Kowi,” paparnya.

Ia juga menyarankan penduduk siaga pada praktek politik uang. Amien meyakini pasangan nomer urut 02 dapat menang walau ada tanda-tanda politik uang dalam Pemilu 2019.

“Rekan-rekan umumnya sangat, tim mereka kuat masuk ke desa, kecamatan, bahkan juga dikawal pakaian cokelat berikan sembako untuk pilih pasangan 01 itu, tetapi jika saya makin gendeng, makin kemungkinan besar kalahnya, jadi insyaallah kita ini jadi fakta,” kata Amien.

“Jadi jika dibanding 01 itu, Prabowo-Sandi cekak uangnya, cekak intelijennya, hampir tidak miliki apa-apa, tidak miliki suport global dari negara spesifik, tetapi insyaallah yang menang itu yang dipastikan Allah,” lanjut ia.