Wiranto Bersyukur Bangsa Indonesia Masih Merawat Persatuan

Wiranto Bersyukur Bangsa Indonesia Masih Merawat Persatuan

rjpkr88newsflash – Menteri Koordinator Bagian Politik, Hukum, serta Keamaman (Menko Polhukam) Wiranto bersukur bangsa Indonesia dapat selalu menjaga persatuan, walau banyak intimidasi serta masalah yang coba merongrong persatuan.

“Apa dari bagian agama muncul ideologi lainnya, bagian kesukuan muncul egoisme suku, dari bagian ras, dari bagian ketidaksamaan derajat sosial, ini semua menyaratkan menjaga persatuan tidak gampang, tetapi mesti,” kata Wiranto dalam keterangannya, Minggu (24/3/2019).

Karena, ketika persatuan telah tercemar, persatuan ini ringkih jadi bangsa Indonesia akan alami kondisi yang begitu susah. Demikian sebaliknya bila menyatu, bangsa Indonesia dapat lakukan pembangunan.

Seperti diutarakan Wiranto dalam Komunitas Koordinator serta Penyelarasan Memperteguh Kebhinekaan di Depok, Jawa Barat, Kamis 21 Maret 2109, dengan menyatu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) dapat melakukan Nawacita ke-3, yaitu bangun dari pinggir.

Wiranto menuturkan, bangun dari pinggir ialah terobosan berani dari Jokowi, sebab tidak sepopulis bangun di kota besar. Akan tetapi, Jokowi masih mengerjakannya sebab untuk menjadikan satu Indonesia.

Bangun dari pinggir, lanjut Wiranto, pun menggerakkan terciptanya keadilan buat semua rakyat Indonesia supaya bisa terwujud. Dia sebagai ketua dewan pengarah pembangunan daerah perbatasan pun mempunyai beberapa pekerjaan untuk terciptanya pembangunan.

Yaitu, menggabungkan semua kemampuan kementerian instansi untuk benar-benar bangun daerah dengan terpadu. Sekurang-kurangnya ada 7 pos lintas batas yang saat ini begitu megah sebab dari hasil pembangunan dari pinggir.

“Pos lintas batas yang semula kumuh, membuat malu kita robohkan. Dari 18 pos lintas batas yang gagasannya akan dibuat, telah 7 yang saat ini begitu megah serta tinggal 11 yang akan dituntaskan akhir tahun 2019,” tuturnya.

Wiranto memberikan, bangsa Indonesia akan melakukan Pemilu serentak. Pada 17 April 2019, ialah pesta demokrasi yang spesial sebab pilih presiden serta wapres, anggota DPR, DPRD, serta DPD dengan serentak untuk kali pertamanya.

Lebih dari 200 juta jiwa akan bersama-sama ke Tempat Pengambilan Nada (TPS). Bukan perihal yang gampang untuk pastikan aman, teratur lancar, bermartabat, sukses. Hingga ini mesti jadi pekerjaan bersama dengan, baik aparat ataupun penduduk.

Sesuai dengan amanat UUD 1945, negeri ini yang berdaulat ialah rakyat. Waktu proklamasi kemerdekaan, Soekarno serta Hatta pun di tandatangani naskah kemerdekaan atas nama bangsa indonesia.

“Oleh karenanya, pemilu mesti sukses, jika tidak aman jadi tidak sukses. Sukses bermakna mesti ada kesinambungan pilih pemimpin yang betul-betul baik, jadi pemilu jadi begitu penting,” katanya.

“Banyak yang masih tetap salah pemahamanannya, pemilu bukan diadu pemimpin tetapi diambil, bertemu dengan rakyat, tampilkan kehebatannya baru rakyat milih yang terunggul, yang miliki kompetensi, pengalaman, dapat menjadi nakhoda Indonesia ke arah pulau keinginan,” katanya.

Selain itu, Wakil Wali Kota Depok Pradi Supriatna menjelaskan ketidaksamaan pandangan serta pilihan berpolitik jadi perihal yang wajar buat penduduk Kota Depok, karenanya ialah akar riwayat kelahiran Kota Depok. Hingga ketidaksamaan tidak mesti dibayar dengan perpecahan.

“Kedewasaan, kematangan, serta kesadaran penduduk akan utamanya persatuan serta kesatuan diatas ketidaksamaan sudah jadikan Depok menjadi salah satunya kota yang aman dalam penerapan pesta demokrasi,” katanya.

Menurut dia, Pemkot Depok bersama dengan semua pemangku kebutuhan mempunyai prinsip tinggi dalam mengawasi kerukunan kehidupan berbangsa dalam menyukseskan penerapan pemilu menjadi pemilu yang aman, damai serta bermartabat.

“Dari pengalaman, kami pesta demokrasi di Depok semua berjalan aman, lancar, aman serta ini kami syukuri menjadi penduduk Kota Depok,” katanya.