Yenny Wahid Menyatakan Fadli Zon Rugi Jika Tidak Meminta Maaf

Yenny Wahid Menyatakan Fadli Zon Rugi Jika Tidak Meminta Maaf

rjpkr88newsflash – Putri mantan Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, Yenny Wahid mengatakan Waketum Gerindra Fadli Zon akan merugikan dianya jika bersikukuh tidak mohon maaf sudah membuat puisi yang mengkritik doa tokoh Nahdlatul Ulama Maimun Zubair alias Mbah Moen. Menurut dia, publik akan memandang Fadli tidak beradab dalam berhubungan dengan ulama besar seperti Mbah Moen

“Sebenarnya cukup merugikan beliau sendiri, jika beliau ambil sikap yang sangat defensif,” tutur Yenny selesai berjumpa calon wakil presiden nomer urut 01 Ma’ruf Amin di Jakarta, Selasa (12/2).

Yenny menjelaskan Fadli semestinya lebih lunak dalam menanggapi tekanan untuk mohon maaf pada Mbah Moen menjadi bentuk beretika. Karena, dia berkata sekarang ini publik menyebutkan Fadli sudah menyentuh Mbah Moen dengan tidak langsung.

Selanjutnya, Yenny memperingatkan Fadli jika Mbah Moen adalah ulama besar. Hingga, dia menyebutkan Fadli butuh mengawasi adab saat berhubungan Mbah Moen.

Bila hal tersebut tidak diindahkan, Yenny mengemukakan Fadli akan terima konsekuensi dari publik, terpenting dari kelompok NU.

“Jadi jika ada ekspresi tokoh mana saja lalu seakan-akan diposisikan menyerang beliau (Mbah Moen) jadi ya tentu akan tidak memunculkan kesan-kesan yang simpatik dikalangan NU,” katanya.

Di lain sisi, Yenny pun memperingatkan tiap-tiap opini serta ekpresi yang dikeluarkan oleh tokoh publik bisa diintepretasikan dengan berlainan oleh tiap-tiap individu. Hingga, dia kembali minta semua tokoh tidak gampang memiliki pendapat atas satu perihal.

“Saat lalu dipandang meleset dikit, lalu menyalahi norma serta kepribadian. Meskipun dengan implisit disebutkan, dilukiskan jadi lalu akan memunculkan reaksi,” tutur Yenny.

Awal mulanya, Fadli malas mohon maaf atas puisi “Doa yang Diganti”. Menurut dia, puisi itu adalah ekspresi serta tidak terkait dengan Mbah Moen, Pengasuh Pondok Pesantren Al Anwar, Rembang, Jawa Tengah.

“Ya untuk apakah saya lakukan suatu yang tidak saya kerjakan,” kata Fadli di Kompleks Parlemen, Senin (11/2).

Fadli menulis puisi itu sesudah Mbah Moen terekam salah menyebutkan nama dalam doanya saat Joko Widodo ada di Pondok pesantren Al Anwar, Rembang, Jawa Tengah.

Dia terekam menyebutkan nama calon presiden nomer urut 02 Prabowo Subianto. Terakhir, Mbah Moen mengaku dianya salah menyebutkan nama. Ketua Majelis Syariah PPP itu menyatakan tiap-tiap kader partai Kabah memberi dukungan Jokowi dalam Pemilihan presiden 2019.